Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga emas naik pada perdagangan Rabu (5/3) setelah konflik yang semakin memanas di Timur Tengah mendorong investor memburu aset safe haven. Penguatan ini juga didukung oleh pelemahan dolar Amerika Serikat.
Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, harga emas spot tercatat naik 0,7% menjadi US$ 5.120,71 per ons pada pukul 18.31 GMT. Kenaikan ini terjadi setelah harga emas sempat jatuh lebih dari 4% pada perdagangan Selasa.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik tipis 0,2% menjadi US$ 5.134,70 per ons.
Vice President sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan pelemahan dolar menjadi salah satu faktor yang menopang harga emas.
Menurutnya, selama konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung, permintaan terhadap emas kemungkinan tetap kuat.
“Dolar AS mengalami koreksi sehingga memberikan dukungan bagi harga emas. Secara keseluruhan faktor makro masih mendukung emas. Selama perang dengan Iran masih berlangsung, kondisi ini juga akan menopang harga emas,” kata Grant.
Grant menambahkan volatilitas pasar masih berpotensi berlanjut, namun ia tetap optimistis harga emas bisa mencetak rekor baru.
Baca Juga: Harga Emas Melemah Drastis, Padahal Geopolitik Memanas, Apa Penyebabnya?
Dolar AS sebelumnya sempat menguat tajam pada Selasa sebelum akhirnya melemah. Ketika dolar melemah, emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah konflik Amerika Serikat dan Iran meluas. Sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam akibat serangan kapal selam AS di dekat Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 80 orang.
Di sisi lain, sistem pertahanan udara NATO juga berhasil menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turki.
Emas sendiri merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), namun sering dijadikan lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan inflasi. Karena itu, permintaan emas biasanya meningkat ketika risiko global naik atau suku bunga rendah.
Dari sisi ekonomi AS, laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Februari, meskipun data bulan sebelumnya direvisi turun tajam.
Investor kini menunggu rilis data ketenagakerjaan resmi Amerika Serikat pada Jumat mendatang. Survei ekonom Reuters memperkirakan nonfarm payrolls bertambah sekitar 59.000 pekerjaan pada Februari, setelah meningkat 130.000 pada Januari.
Tonton: Trafik Data saat Lebaran 2026 Diproyeksi Naik 20%, Tower Daerah Harus Diperkuat
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga menguat.
Harga perak spot naik 1,3% menjadi US$ 83,07 per ons, setelah sebelumnya anjlok lebih dari 8%.
Harga platinum melonjak 2,8% menjadi US$ 2.141,71 per ons, sementara palladium naik 1,2% menjadi US$ 1.667,51 per ons.
Sementara itu, World Platinum Investment Council menyebut pasar platinum global diperkirakan akan mengalami defisit untuk tahun keempat berturut-turut pada 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













