Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga emas melanjutkan pelemahan hingga menyentuh level terendah dalam satu bulan pada Rabu (29/4/2026), setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi. Pasar juga dihantui kekhawatiran inflasi yang dipicu perang di Timur Tengah.
Melansir Reuters, harga emas spot turun 1,4% menjadi US$ 4.528,17 per troy ounce pada pukul 14.14 EDT (18.14 GMT), level terendah sejak akhir Maret.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS ditutup melemah 1% ke US$ 4.561,50.
The Fed mempertahankan suku bunga, namun dalam keputusan yang disebut sebagai salah satu yang paling terpecah sejak 1992, bank sentral AS menyatakan meningkatnya kekhawatiran inflasi. Pernyataan kebijakan tersebut juga menunjukkan adanya tiga pejabat yang tidak sepakat (dissent), karena mereka tidak lagi ingin The Fed memberi sinyal kecenderungan untuk menurunkan biaya pinjaman.
“Adanya tiga dissent yang ingin menghapus bias pelonggaran dari pernyataan The Fed membuat emas tertekan,” kata pedagang logam independen Tai Wong.
Para pelaku pasar tetap bertaruh bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga tahun ini, bahkan kemungkinan besar masih menahan suku bunga hingga tahun depan, setelah keputusan tersebut.
Baca Juga: Brent Tembus US$ 111, WTI Hampir US$ 100! Selat Hormuz Jadi Biang Kerok
Kekhawatiran inflasi semakin menguat seiring harga minyak dunia bertahan di atas US$ 100 per barel akibat perang melawan Iran yang didukung AS.
“Hanya Trump dan Iran yang bisa menyelamatkan pasar, tapi kedua pihak tidak semakin dekat ke kesepakatan dan minyak mencerminkan hal itu. Dalam situasi seperti ini, prospek emas tidak terlihat terlalu cerah,” ujar analis pasar City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pada Rabu bahwa Presiden Donald Trump telah berdiskusi dengan perusahaan minyak AS terkait langkah untuk mengurangi dampak jika AS melakukan blokade pelabuhan Iran selama berbulan-bulan. Trump juga mendesak Teheran agar menandatangani kesepakatan.
Iran sendiri memperingatkan akan melakukan “aksi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya” jika AS terus melanjutkan blokade.
Tonton: AS vs Iran Masuk Fase Perang Dingin, Dunia di Ambang Krisis
Di sisi lain, World Gold Council (WGC) menyebut permintaan emas global naik 2% secara tahunan pada kuartal I 2026. Lonjakan pembelian emas batangan dan koin, serta pertumbuhan pembelian bank sentral sebesar 3%, mampu menutupi penurunan permintaan perhiasan yang anjlok 23%.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 2,7% menjadi US$ 71,08, platinum turun 3% menjadi US$ 1.881,21, sedangkan palladium melemah 0,4% ke US$ 1.454,52.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













