kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%
GLOBAL /

Harga Emas Melesat 2%: Dolar AS Lemah Dorong Potensi Keuntungan Investor


Rabu, 15 April 2026 / 03:58 WIB
Harga Emas Melesat 2%: Dolar AS Lemah Dorong Potensi Keuntungan Investor
ILUSTRASI. Harga emas naik 2% pada Selasa (14/4/2026) seiring melemahnya dolar AS. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas naik 2% pada Selasa (14/4/2026) seiring melemahnya dolar AS. Harapan akan dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran juga ikut menopang harga emas karena meredakan kekhawatiran inflasi.

Data Reuters menunjukkan, harga emas spot naik 2% menjadi US$ 4.831,78 per ons pada pukul 13.34 waktu setempat (ET). Sementara kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 1,7% menjadi US$ 4.850,10.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang Iran berpotensi kembali digelar di Pakistan dalam dua hari ke depan, setelah gagalnya negosiasi akhir pekan lalu mendorong Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

“Arah pasar emas akan bergantung pada bagaimana perundingan di Pakistan berjalan dan sejauh mana kemajuan yang dicapai menjelang akhir pekan. Jika ada kabar positif, logam mulia akan terus naik,” kata Bob Haberkorn, senior market strategist di RJO Futures.

“Dolar yang lebih lemah dan harga minyak yang turun saat ini membantu emas, mengingat ketika perang dimulai sempat terjadi perburuan uang tunai dan kekhawatiran soal kemampuan mengamankan pasokan energi,” tambahnya.

Dolar AS bergerak melemah, sementara harga minyak turun. Melemahnya mata uang AS membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

Baca Juga: Suku Bunga AS Tak Pasti: Harga Emas Tertekan, Bagaimana Prospeknya?

Data menunjukkan harga produsen AS (producer prices) meningkat lebih rendah dari perkiraan pada Maret karena biaya jasa tidak berubah. Namun, lonjakan harga energi akibat perang Iran tetap memicu tekanan inflasi.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas menjadi kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil (yield).

Saat ini para pelaku pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga AS tahun ini sebesar 33%, lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya yang sempat mengarah pada dua kali pemangkasan suku bunga sebelum perang terjadi.

“Selama pasar tidak mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve secara serius, dan sejauh ini belum ada tanda-tanda, harga emas kecil kemungkinan turun jauh lebih dalam,” kata analis Commerzbank.

Tonton: Nama DENZA Dipastikan Milik Worcas di Pasar Indonesia

Sementara itu, harga perak spot naik 5,2% menjadi US$ 79,48 per ons, platinum naik 1,3% menjadi US$ 2.096,91, sedangkan palladium naik 0,7% menjadi US$ 1.585,21.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×