Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga emas sedikit melemah pada Senin (6/4/2025) seiring investor menunggu sinyal lebih lanjut terkait perkembangan situasi Amerika Serikat-Iran menjelang tenggat waktu pembukaan kembali Selat Hormuz.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.654,99 per ons pada pukul 13.31 waktu setempat (1731 GMT). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup 0,1% lebih tinggi di level US$ 4.684,70.
Iran mengatakan pihaknya menginginkan berakhirnya perang secara permanen dengan Amerika Serikat dan Israel, serta menolak tekanan untuk segera membuka kembali Selat Hormuz dalam kerangka gencatan senjata sementara, sementara kedua negara mempertimbangkan kerangka untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima pekan.
Presiden Donald Trump mengancam akan menghujani Teheran dengan “neraka” jika tidak ada kesepakatan yang dicapai pada Selasa.
“Fokus kemungkinan akan tetap pada perang dan suku bunga. Jika konflik berlarut-larut, harga minyak akan bergerak naik secara bertahap di tengah kondisi pasokan yang semakin ketat, sehingga menambah tekanan inflasi,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.
“Kondisi itu membuat bank-bank sentral, terutama Federal Reserve, memiliki ruang yang lebih sempit untuk melonggarkan kebijakan, dan bahkan bisa memunculkan kembali pembahasan mengenai kenaikan suku bunga jika harga energi terus meningkat, yang menjadi sentimen negatif bagi emas,” urainya.
Baca Juga: Emas Melorot 1% di Awal Pekan, Ini Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Si Kuning
Harga minyak naik tipis dalam perdagangan yang bergejolak pada Senin, dan telah melonjak tajam sejak konflik dimulai.
Emas secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi. Namun, karena tidak memberikan imbal hasil bunga, emas cenderung kurang menarik ketika suku bunga tinggi.
Fokus lain investor mencakup risalah rapat kebijakan The Fed bulan Maret yang akan dirilis pada Rabu, data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang dijadwalkan keluar pada Kamis, serta data Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat.
Bank sentral AS mempertahankan suku bunga bulan lalu dan mayoritas pedagang kini menilai tidak ada peluang The Fed akan memangkas suku bunga tahun ini, menurut alat FedWatch milik CME.
Tonton: Dampak Perang Terasa! Industri Indonesia Mulai Terpukul!
Sementara itu, harga perak spot turun 0,3% menjadi US$ 72,81 per ons, platinum turun 0,6% menjadi US$ 1.976,21, dan paladium turun 1,1% menjadi US$ 1.487,22.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













