kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%
GLOBAL /

Harga Emas Tertekan! Ini Pemicu Penurunan Si Kuning Mentereng


Kamis, 12 Maret 2026 / 04:27 WIB
Harga Emas Tertekan! Ini Pemicu Penurunan Si Kuning Mentereng
ILUSTRASI. Emas terperosok 0,4% akibat ekspektasi suku bunga tetap tinggi dan dolar menguat. Data CPI AS Februari jadi pemicu. (CFOTO via Reuters Connect/CFOTO)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah pada perdagangan Rabu (11/3/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta kekhawatiran inflasi yang mendorong ekspektasi suku bunga tetap tinggi.

Mengutip laporan Reuters, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$5.169,02 per ons pada pukul 13.33 waktu setempat (17.33 GMT), setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 1,2% ke level US$5.179,10 per ons.

Penguatan U.S. Dollar Index yang naik sekitar 0,4% turut menekan harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Peter Grant, Vice President dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals, mengatakan pasar emas saat ini berada dalam tarik-menarik antara permintaan aset aman dan kekhawatiran suku bunga tinggi.

“Pasar emas tampaknya berada dalam kondisi tarik-menarik antara permintaan aset safe haven yang dipicu oleh perang dan kekhawatiran suku bunga yang akan bertahan tinggi lebih lama,” ujar Grant.

Emas selama ini dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi. Namun logam mulia ini cenderung kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik Hampir 2%: Kenapa Emas Dubai Justru Diskon Besar?

Di sisi lain, harga minyak melonjak sekitar 4% setelah serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Sejumlah analis menilai usulan International Energy Agency (IEA) untuk melepas cadangan minyak belum cukup meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi kekurangan pasokan.

Pemerintah Iran bahkan memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi kemungkinan harga minyak mencapai US$200 per barel. Pasukan Iran dilaporkan menyerang kapal dagang serta melancarkan serangan terhadap Israel dan sejumlah target lain di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, data ekonomi menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,3% pada Februari, sesuai dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. Secara tahunan, CPI meningkat 2,4% hingga Februari, juga sejalan dengan ekspektasi.

Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures Price Index (PCE) yang akan diumumkan pada Jumat.

Tonton: Stok Batubara PLTU Menipis, Pasokan Listrik Nasional Terancam?

Analis dari Standard Chartered menilai tekanan penurunan harga emas dalam beberapa pekan terakhir bukan hal yang tidak biasa, terutama ketika investor membutuhkan likuiditas tunai.

“Kami tetap mempertahankan pandangan positif dalam jangka panjang dan memperkirakan emas akan kembali melanjutkan tren kenaikannya setelah aksi ambil untung dalam jangka pendek mereda,” tulis analis bank tersebut.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 3,5% menjadi US$85,34 per ons. Harga platinum spot melemah 0,8% ke US$2.183,10 per ons, sementara palladium turun 1,4% menjadi US$1.631,59 per ons.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×