kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.698   112,00   0,64%
  • IDX 6.445   -278,49   -4,14%
  • KOMPAS100 855   -38,45   -4,30%
  • LQ45 636   -21,55   -3,28%
  • ISSI 233   -10,08   -4,15%
  • IDX30 361   -10,30   -2,78%
  • IDXHIDIV20 446   -9,47   -2,08%
  • IDX80 98   -3,93   -3,86%
  • IDXV30 127   -3,02   -2,33%
  • IDXQ30 116   -2,78   -2,33%
GLOBAL /

Harga Emas Tertekan, Peluang Kenaikan Suku Bunga AS Desember Kini 50%


Senin, 18 Mei 2026 / 09:21 WIB
 Harga Emas Tertekan, Peluang Kenaikan Suku Bunga AS Desember Kini 50%
ILUSTRASI. Harga emas turun pada Senin (18/5/2026) ke titik terendah dalam lebih dari satu bulan, setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong harga minyak naik. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas turun pada Senin (18/5/2026) ke titik terendah dalam lebih dari satu bulan, setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong harga minyak naik. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama.

Berdasarkan data Reuters, Harga emas spot turun 1,1% menjadi US$ 4.488,99 per ons pada pukul 00.52 GMT, menyentuh level terendah sejak 30 Maret.

Sementara, Harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 1,5% menjadi US$ 4.493,30 per ons.

Emas tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan drone memicu kebakaran di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab (UEA). Peristiwa tersebut mengangkat harga minyak mentah dan memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga.

Sementara itu, Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat tiga drone. Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan bahwa Iran harus bertindak “cepat”, setelah upaya mengakhiri perang AS-Israel tampak mengalami kebuntuan.

Bank sentral biasanya menaikkan suku bunga saat inflasi meningkat, dan hal ini cenderung mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Harga minyak melanjutkan kenaikan pada Senin dan mencapai level tertinggi dua pekan.

Baca Juga: Taiwan Ucap Terima Kasih ke AS, Ketegangan Selat Taiwan Kembali Menguat

Pasar semakin memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, dengan peluang 50% untuk kenaikan pada Desember, menurut FedWatch Tool dari CME Group.

Investor kini menanti risalah (minutes) rapat Federal Reserve bulan April yang akan dirilis pekan ini untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter bank sentral tersebut.

India membatasi impor perak dalam hampir semua bentuk dengan segera, berdasarkan perintah pemerintah yang dikeluarkan Sabtu. Kebijakan itu dilakukan karena India sebagai konsumen perak terbesar dunia berupaya menekan impor dan meredakan tekanan terhadap nilai tukar rupee.

Diskon harga emas di India melonjak ke rekor tertinggi pekan lalu, sementara permintaan investasi membuat premi emas di China tetap kuat.

Tonton: Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Menipis (18 Mei 2026)

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 2,2% menjadi US$ 74,30 per ons, platinum turun 0,6% menjadi US$ 1.961,30, dan paladium melemah 1,2% menjadi US$ 1.396,25 per ons.

Pergerakan Harga Logam Mulia (18 Mei)

Komoditas Harga Terakhir Perubahan
Emas spot US$ 4.488,99/ons -1,1%
Emas futures AS (Juni) US$ 4.493,30/ons -1,5%
Perak spot US$ 74,30/ons -2,2%
Platinum spot US$ 1.961,30/ons -0,6%
Paladium spot US$ 1.396,25/ons -1,2%

Faktor Pemicu Pelemahan Emas

Faktor Dampak ke Emas
Ketegangan Timur Tengah meningkat Risk premium naik, minyak naik
Harga minyak naik ke level tertinggi 2 pekan Risiko inflasi meningkat
Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama Emas makin tidak menarik (non-yielding)
Peluang kenaikan suku bunga The Fed 50% (Desember)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×