Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga minyak naik, dollar AS menguat tipis, sementara kontrak berjangka saham Amerika Serikat melemah pada awal perdagangan Asia, Senin (27/4/2026), setelah pembicaraan perdamaian AS-Iran menemui jalan buntu sepanjang akhir pekan. Kondisi ini membuat jalur pengiriman di kawasan Teluk tetap terblokir.
Data Reuters menunjukkan, harga kontrak berjangka minyak mentah acuan Brent naik lebih dari 2% hingga menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan di US$ 107,97 per barel.
Kontrak berjangka indeks S&P 500 turun tipis 0,3%, setelah saham-saham AS mencetak rekor penutupan tertinggi pada akhir pekan lalu.
Dollar AS menguat terhadap mata uang utama, meskipun tidak signifikan. Euro tercatat turun 0,15% menjadi US$ 1,1706, sementara yen melemah tipis ke level 159,53 per dollar AS.
Meski gencatan senjata telah menghentikan pertempuran skala penuh dalam perang yang dimulai oleh serangan AS-Israel terhadap Iran dua bulan lalu, belum ada kesepakatan terkait syarat pembukaan Selat Hormuz yang saat ini nyaris sepenuhnya ditutup, sehingga mendorong harga energi melonjak.
Baca Juga: Bergerak Naik Turun, Harga Minyak Catat Kenaikan Tinggi Pekan Ini
Presiden AS Donald Trump membatalkan perjalanan ke Islamabad oleh dua utusannya untuk melakukan pembicaraan pada akhir pekan, meskipun Menteri Luar Negeri Iran terus melakukan perjalanan bolak-balik ke negara-negara mediator.
“Kalau mereka ingin bicara, mereka bisa datang ke kami, atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami punya jalur komunikasi yang bagus dan aman,” kata Trump kepada Fox News dalam acara “The Sunday Briefing”.
Tonton: DONALD TRUMP SELAMAT!, TERJADI PENEMBAKAN DI HOTEL TEMPAT PRESIDEN AS MAKAN MALAM DI WASHINGTON DC
“Mereka tahu apa yang harus ada dalam kesepakatan. Sangat sederhana: mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, kalau tidak, tidak ada alasan untuk bertemu,” kata Trump.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













