kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%
GLOBAL /

Kaget, Anak Warren Buffett Baru Sadar Ayahnya Miliarder Saat Usia 20 Tahun


Senin, 19 Januari 2026 / 04:59 WIB
Kaget, Anak Warren Buffett Baru Sadar Ayahnya Miliarder Saat Usia 20 Tahun
ILUSTRASI. Harta melimpah bukan jaminan kebahagiaan bagi keluarga Warren Buffett. Ketahui cara sang miliarder membentuk mental anak-anaknya tanpa uang. (DOK./KONTAN)

Sumber: Fortune | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Nama Warren Buffett identik dengan ambisi, kesuksesan, dan kekayaan. Mantan CEO Berkshire Hathaway ini pernah menjadi orang terkaya di dunia, bahkan menyalip Bill Gates pada 2008 dengan kekayaan bersih mencapai US$ 62 miliar, dan bertahan lama di posisi tersebut.

Namun, ada satu orang yang justru tidak menyadari betapa kayanya Warren Buffett: anaknya sendiri, Peter Buffett.

Mengutip Fortune, Peter, yang kini berusia 67 tahun, baru menyadari status ayahnya sebagai salah satu orang terkaya di dunia ketika ia berusia sekitar 20-an tahun. Momen itu terjadi saat ia melihat nama ayahnya masuk dalam daftar orang terkaya Amerika versi Forbes, sebagaimana diceritakan dalam wawancara Forbes tahun 2013 bersama Peter dan Warren Buffett.

“Saya tidak bercanda. Baru saat usia 20-an saya dan ibu saya sempat membicarakannya, karena tiba-tiba nama ayah ada di daftar itu,” kata Peter.

“Kami malah tertawa. Kami bilang, ‘Lucu ya, kita tahu siapa diri kita sebenarnya, tapi sekarang orang-orang memperlakukan kita berbeda.’”

Peter adalah anak bungsu dari tiga bersaudara hasil pernikahan pertama Warren Buffett dengan Susan Alice Buffett. Ia dikenal sebagai musisi, komposer, penulis, sekaligus filantropis. Peter pernah memenangkan Emmy regional, menjadi penulis buku terlaris New York Times, dan menjabat sebagai wakil ketua NoVo Foundation.

Baca Juga: Aksi Jual Spekulan: Kiyosaki Sebut Koreksi Tajam Perak Sudah Dekat

Meski begitu, kesadaran tentang kekayaan ayahnya tidak banyak mengubah cara pandangnya terhadap hidup maupun keluarganya.

“Itu memang perubahan yang menarik, tapi tidak terlalu besar,” ujar Peter.

“Kami tidak hidup dalam lingkungan atau budaya yang mempertontonkan kekayaan. Teman-teman kami bahkan sama terkejutnya dengan saya.”

Warren Buffett pun membenarkan cerita sang anak. Menurutnya, ketika anak-anaknya akhirnya tahu seberapa kaya keluarga mereka, kepribadian dan jalan hidup mereka sudah terbentuk.

“Anak-anak saya sudah ‘jadi’ pada saat itu. Mereka tahu siapa teman-temannya, dan mereka berteman karena saling suka, bukan karena mereka anak orang kaya di lingkungan itu,” ujar Buffett.

Pandangan Warren Buffett soal uang dan kekayaan

Meski kini tak lagi menjadi orang terkaya di dunia, Warren Buffett masih berstatus miliarder dengan kekayaan sekitar US$ 145 miliar, menjadikannya orang terkaya ke-10 di dunia.

Namun, Buffett tidak pernah menjadikan uang sebagai tolok ukur utama kesuksesan.

“Kebesaran tidak datang dari menumpuk kekayaan, popularitas, atau kekuasaan,” tulis Buffett dalam surat terakhirnya kepada para pemegang saham Berkshire Hathaway yang diterbitkan pada November.

Tonton: Butuh Rp 74 Triliun Pulihkan Infrastruktur Sumatra, Menteri PU Siapkan Rencana Induk

Investor legendaris berusia 95 tahun yang dijuluki Oracle of Omaha ini juga dikenal hidup sangat sederhana. Ia makan di McDonald’s, mengendarai mobil tua, dan masih tinggal di rumah sederhana di Nebraska yang dibelinya seharga US$ 31.500 pada 1958. Bahkan, pelat nomor mobilnya pernah bertuliskan “THRIFTY” (hemat).

Alih-alih mengejar kemewahan, Buffett lebih memilih menggunakan kekayaannya untuk membantu sesama. Kelak, hartanya akan diwariskan kepada anak-anaknya, yang kemudian akan mengelolanya melalui yayasan filantropi masing-masing.

“Ketika kamu membantu seseorang dengan satu dari ribuan cara, kamu sedang membantu dunia,” tulis Buffett.

“Kebaikan itu tidak memerlukan biaya, tapi nilainya tak ternilai. Entah kamu religius atau tidak, sulit menandingi ‘Aturan Emas’ sebagai pedoman hidup… Ingatlah, petugas kebersihan sama manusianya dengan seorang ketua dewan.”

Selanjutnya: Syarat DP 0% Lebih Longgar, Risiko Kredit Macet Mengintai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

×