kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%
GLOBAL /

Minyak AS Bangkit Tak Terduga: Iran Pertimbangkan Proposal Damai AS?


Kamis, 26 Maret 2026 / 05:56 WIB
Minyak AS Bangkit Tak Terduga: Iran Pertimbangkan Proposal Damai AS?
ILUSTRASI. Harga minyak AS naik pada perdagangan awal Kamis (26/3/2026), memulihkan sebagian kerugian dari hari sebelumnya. (REUTERS/Christian Hartmann)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga minyak AS naik pada perdagangan awal Kamis (26/3/2026), memulihkan sebagian kerugian dari hari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi karena investor tengah menilai prospek de-eskalasi di Timur Tengah dan Iran meninjau proposal dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang, yang telah mengganggu aliran energi dari kawasan Teluk.

Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik lebih dari 1 dollar AS menjadi 91,42 dollar AS per barel saat pembukaan, dan tercatat naik 93 sen atau 1% menjadi 91,25 dollar AS per barel pada pukul 22.25 GMT.

WTI sebelumnya turun 2,2% pada Rabu.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Rabu bahwa Iran masih meninjau proposal AS untuk mengakhiri perang di kawasan Teluk, meskipun respons awalnya bersifat negatif. Hal ini menunjukkan bahwa Teheran sejauh ini belum sepenuhnya menolak proposal tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 2% di Tengah Kabar Iran Tinjau Proposal Damai AS

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump akan meningkatkan tekanan terhadap Iran jika Teheran tidak mengakui bahwa negara tersebut telah "dikalahkan secara militer".

Pejabat Iran secara terbuka meremehkan kemungkinan negosiasi dengan pemerintahan Trump. Namun, penundaan dalam penyampaian respons resmi kepada Pakistan, yang menyampaikan proposal 15 poin atas nama Washington, mengindikasikan bahwa setidaknya sebagian pihak di Teheran mungkin sedang mempertimbangkannya.

Tonton: Respons Gejolak Energi, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×