Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebuah monumen peringatan Holocaust di kota Lyon, Prancis, menjadi sasaran vandalisme.
Peristiwa ini menuai kecaman luas dari pejabat setempat, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan maraknya insiden antisemitisme di Prancis.
Monumen Bertuliskan "Free Gaza"
Menurut foto yang dibagikan di media sosial oleh Yonathan Arfi, presiden CRIF (Dewan Perwakilan Lembaga Yahudi di Prancis), pelaku merusak monumen berbahan marmer hitam dengan menggoreskan tulisan “Free Gaza”.
Baca Juga: Pendiri Telegram Pavel Durov Mengecam Pemerintah Prancis, Ada Apa?
Arfi menyebut insiden tersebut sebagai tindakan yang “keji” dan tidak dapat diterima. Ia menegaskan bahwa aksi semacam ini memperburuk perasaan trauma bagi komunitas Yahudi.
Kecaman dari Pejabat Lyon
Wali Kota Lyon, Gregory Doucet, menyebut tindakan itu sebagai perbuatan “intoleran” dan berjanji bahwa pihak berwenang akan mencari serta menuntut pelakunya.
Sementara itu, Fabienne Buccio, Prefek wilayah Rhône, melalui unggahan di platform X (Twitter), menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan “tindakan memalukan” tersebut. Ia juga menyampaikan solidaritasnya kepada komunitas Yahudi di Lyon.
Lonjakan Kejahatan Kebencian di Prancis
Prancis dalam beberapa tahun terakhir menghadapi peningkatan insiden kebencian terhadap Yahudi. Awal tahun ini, lima lembaga Yahudi di Paris dirusak dengan cat hijau, memicu kekhawatiran atas keamanan rumah ibadah dan pusat komunitas.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Terbesar Sejak 1949 Melanda Prancis Selatan, Ribuan Warga Dievakuasi
Fenomena ini terjadi bersamaan dengan memanasnya konflik Gaza, yang berdampak pada meningkatnya ketegangan sosial di Eropa, termasuk di Prancis.
Kontroversi Politik dan Tuduhan Antisemitisme
Situasi semakin rumit setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menuding Presiden Prancis Emmanuel Macron turut mendorong antisemitisme dengan seruannya agar dunia mengakui negara Palestina.
Namun, Macron berulang kali menegaskan posisinya menentang antisemitisme. Ia bahkan meningkatkan keamanan di sinagoga dan pusat komunitas Yahudi di seluruh Prancis untuk mengantisipasi dampak konflik Gaza terhadap komunitas Yahudi di dalam negeri.
Selanjutnya: TikTok Hentikan Fitur Live di Indonesia, Begini Tanggapan Asosiasi E-Commerce
Menarik Dibaca: Ini KA Jarak Jauh yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara hingga 2 September
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News