kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%
GLOBAL /

MSCI Masih Kunci Saham RI untuk Review Mei, Ada Apa Sebenarnya?


Selasa, 21 April 2026 / 05:33 WIB
MSCI Masih Kunci Saham RI untuk Review Mei, Ada Apa Sebenarnya?
ILUSTRASI. Penyedia indeks global MSCI mengatakan pada Senin (20/4/2026) bahwa mereka akan tetap mempertahankan pembatasan terhadap saham-saham Indonesia dalam indeks globalnya pada peninjauan indeks Mei. (REUTERS/Thomas White)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Penyedia indeks global MSCI mengatakan pada Senin (20/4/2026) bahwa mereka akan tetap mempertahankan pembatasan terhadap saham-saham Indonesia dalam indeks globalnya pada peninjauan indeks Mei, sambil mengevaluasi reformasi transparansi pasar yang diumumkan negara Asia Tenggara tersebut.

Reuters melaporkan, MSCI pada akhir Januari lalu memperingatkan bahwa ekonomi Indonesia berisiko diturunkan statusnya dari pasar “emerging” menjadi “frontier”, akibat masalah transparansi kepemilikan dan perdagangan saham. Peringatan tersebut membuat investor panik dan bergegas keluar dari pasar.

Indonesia telah menyelesaikan sejumlah reformasi penting pasar saham menjelang tenggat peninjauan Mei. Reformasi tersebut antara lain mencakup publikasi data pemegang saham yang lebih rinci, serta menggandakan batas minimum “free float” atau porsi saham yang dapat diperdagangkan publik untuk perusahaan tercatat menjadi 15%. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas dan mencegah manipulasi harga saham.

Peringatan MSCI pada Januari disebut telah menghapus sekitar US$ 120 miliar nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Jakarta hingga awal April.

Pada Senin, MSCI mengatakan pihaknya sedang meninjau cakupan, konsistensi, serta efektivitas sumber data baru dan langkah regulasi yang diumumkan otoritas keuangan Indonesia. MSCI juga menyatakan akan memberikan pembaruan lebih lanjut pada peninjauan Juni.

Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters di luar jam kerja.

Baca Juga: Dolar Menguat, Emas Anjlok: Efek Konflik Iran-AS Guncang Pasar

Untuk peninjauan Mei, MSCI akan tetap membekukan peningkatan faktor inklusi asing (foreign inclusion factors) serta jumlah saham (number of shares) untuk sekuritas Indonesia. MSCI juga tidak akan menambahkan saham Indonesia ke dalam indeks investable market, maupun mengizinkan kenaikan klasifikasi ukuran emiten (upward migration) antar segmen, termasuk perpindahan dari indeks saham berkapitalisasi kecil (small-cap) ke indeks standar.

Pengumuman ini muncul sekitar sepekan setelah penyedia indeks pesaing, FTSE Russell, mempertahankan klasifikasi Indonesia sebagai secondary emerging market tanpa perubahan dan menyatakan tidak sedang mempertimbangkan Indonesia untuk dimasukkan ke daftar pemantauan (watch list). FTSE juga menyebut akan mengonfirmasi perlakuan terhadap sekuritas Indonesia menjelang peninjauan indeks pada Juni.

MSCI juga menyatakan akan menghapus sekuritas yang ditandai oleh otoritas Indonesia di bawah kerangka baru, sejalan dengan perlakuan MSCI terhadap kasus serupa di pasar lain. Selain itu, MSCI dapat menggunakan data pengungkapan pemegang saham sebesar 1% untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan.

Namun, MSCI menegaskan bahwa mereka tidak akan memasukkan pengungkapan atau sumber data baru tersebut ke dalam penilaian free float maupun perhitungan indeks sampai proses peninjauan selesai dan masukan dari pelaku pasar telah dievaluasi.

Tonton: Latihan Perang Raksasa Dimulai! AS–Jepang–Filipina Unjuk Kekuatan di Dekat Taiwan

“Pendekatan ini dirancang untuk membatasi pergantian (turnover) indeks serta risiko investability, sambil memberikan waktu untuk evaluasi lebih lanjut atas reformasi yang baru diumumkan,” kata MSCI.

MSCI juga menyatakan akan terus berinteraksi dengan pelaku pasar dan otoritas Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×