Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga emas menguat tipis pada Senin (18/5/2026), ditopang pelemahan dolar AS. Namun, kenaikannya tertahan oleh lonjakan imbal hasil obligasi dan harga minyak mentah yang masih tinggi, seiring perang Iran memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Data Reuters menunjukkan, harga emas spot naik 0,2% menjadi US$ 4.548,14 per ons pada pukul 13.41 ET (17.41 GMT), setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 30 Maret. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup turun 0,1% di US$ 4.558.
Indeks dolar AS turun 0,3% terhadap mata uang utama, sehingga emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.
“Indeks dolar AS turun ke level terendah dalam sesi perdagangan, itu menjadi faktor positif bagi pasar emas,” kata analis pasar di American Gold Exchange, Jim Wyckoff.
Namun ia menambahkan, kenaikan imbal hasil obligasi kemungkinan akan membatasi penguatan harga emas, bahkan bisa menekan harga logam mulia dalam waktu dekat.
Obligasi pemerintah global melanjutkan pelemahan pada Senin, seiring naiknya harga energi akibat perang Iran yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun (US Treasury) naik ke level tertinggi sejak Februari 2025.
Baca Juga: Harga Minyak Sentuh Tertinggi 2 Pekan Usai Serangan Drone ke PLTN UEA
Emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung kurang menarik saat suku bunga dan yield obligasi meningkat, karena investor beralih ke aset yang menawarkan return lebih tinggi.
Sementara itu, harga minyak naik sekitar 2% ke level tertinggi dalam dua pekan, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan. Harga minyak sebelumnya sempat turun setelah laporan media Iran menyebut ada kemungkinan AS memberikan kelonggaran sanksi untuk minyak Iran.
Harga minyak Brent telah naik sekitar 55% sejak awal perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari, sementara emas spot turun sekitar 13,8% dalam periode yang sama.
Di sisi lain, sejumlah bank mulai memangkas proyeksi harga emas jangka pendek karena permintaan investor melemah. JPMorgan termasuk yang pertama memangkas proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 menjadi US$ 5.243 per ons, dari sebelumnya US$ 5.708.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,4% menjadi US$ 77,04 per ons. Platinum turun tipis 0,1% menjadi US$ 1.972,10, sedangkan paladium melemah 0,2% menjadi US$ 1.409,75.
Tonton: Trump Ancam Iran Cepat Damai Atau Hancur
Tabel 1: Pergerakan Harga Logam Mulia (Terbaru)
| Komoditas | Harga Terakhir | Perubahan |
|---|---|---|
| Emas spot | US$ 4.548,14/oz | +0,2% |
| Emas futures AS (Juni) | US$ 4.558/oz | -0,1% |
| Perak spot | US$ 77,04/oz | +1,4% |
| Platinum | US$ 1.972,10/oz | -0,1% |
| Paladium | US$ 1.409,75/oz | -0,2% |
Tabel 2: Dampak Perang Iran terhadap Minyak dan Emas
| Indikator | Perubahan sejak 28 Feb (awal perang) |
|---|---|
| Brent crude | +55% |
| Emas spot | -13,8% |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













