kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%
GLOBAL /

Pernyataan Trump Goyang Pasar Emas, Inflasi Jadi Momok Baru


Sabtu, 04 April 2026 / 04:49 WIB
Pernyataan Trump Goyang Pasar Emas, Inflasi Jadi Momok Baru
ILUSTRASI. Harga emas turun pada Kamis (3/4/2026), seiring menguatnya dolar AS dan naiknya harga minyak. (Shutterstock/janews)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas turun pada Kamis (3/4/2026), seiring menguatnya dolar AS dan naiknya harga minyak. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan terus melancarkan serangan ke Iran. Pernyataan itu memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi.

Data Reuters menunjukkan, harga emas spot turun 2,2% menjadi US$ 4.651,35 per ons pada pukul 13.30 waktu EDT (17.30 GMT), setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan di awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 2,8% ke US$ 4.679,70.

Dolar AS naik tajam, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

“Pasar saat ini sangat fokus pada komentar Trump, yang sejauh ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan ada penyelesaian cepat terkait situasi energi,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Menurutnya, hal ini menekan harga emas dan perak karena peluang penurunan suku bunga menjadi semakin kecil.

Trump mengatakan dalam pidato televisi bahwa militer AS hampir mencapai “tujuannya” di Iran. Namun, ia tidak memberikan jadwal jelas kapan perang yang sudah berlangsung sebulan itu akan berakhir, dan berjanji akan membombardir Iran hingga kembali ke “Zaman Batu”.

Baca Juga: Trump Ancam Bombardir Iran hingga Balik ke Zaman Batu, Harga Emas Merosot

Harga minyak naik setelah pernyataan Trump. Kenaikan harga energi ini berpotensi mendorong inflasi secara lebih luas, sehingga ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga menjadi semakin sempit.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas biasanya kesulitan menguat ketika suku bunga tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga. Harga emas spot telah turun 12% sejak konflik Timur Tengah dimulai pada 28 Februari.

Sentimen pasar juga terpukul oleh kabar bahwa cadangan emas bank sentral Turki turun 69,1 metrik ton menjadi 702,5 ton pekan lalu. Penurunan total dalam dua pekan terakhir kini mencapai lebih dari 118 ton, karena otoritas berupaya meredam dampak gejolak pasar akibat perang.

Di Asia, emas diperdagangkan dengan harga premium di India untuk pertama kalinya dalam dua bulan, karena harga yang lebih rendah meningkatkan permintaan. Sementara itu, premium di China sedikit turun karena pembeli masih menunggu koreksi harga yang lebih dalam.

Tonton: Trump Ancam Keluar dari NATO! Aliansi Barat Retak Gara-Gara Perang Iran

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 3,7% menjadi US$ 72,38. Harga platinum naik 0,9% ke US$ 1.981,95, sedangkan palladium naik 1,9% menjadi US$ 1.497,00.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×