Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga emas turun pada Senin (11/5/2026), seiring tidak adanya kemajuan dalam negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong harga minyak naik. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa inflasi yang tetap tinggi dapat membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.687,49 per ons pada pukul 00.38 GMT.
Sementara, Harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 0,7% menjadi US$ 4.696,60 per ons.
Nilai dolar AS menguat, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Presiden AS Donald Trump pada Minggu menolak respons Iran terhadap proposal AS untuk perundingan damai. Hal ini memupus harapan berakhirnya konflik yang sudah berlangsung selama 10 minggu, yang menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon, melumpuhkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, serta mendorong naik harga energi global.
Harga minyak melonjak US$ 3 per barel pada Senin karena Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, sehingga pasokan energi global tetap ketat.
Perang yang sedang berlangsung dengan Iran dan dampaknya terhadap harga serta pasokan minyak kini menjadi salah satu kekhawatiran utama terkait stabilitas keuangan, menurut laporan setengah tahunan Federal Reserve yang dirilis Jumat lalu.
Baca Juga: Lolos! Tanker Bermuatan 2 Juta Barel Matikan Transponder Saat Lewati Selat Hormuz
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan pada Jumat bahwa arah kebijakan moneter ke depan masih bisa mencakup kenaikan suku bunga.
Sementara itu, produksi emas China turun pada kuartal pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menurut Asosiasi Emas China pada Sabtu, seiring inspeksi keselamatan membuat sejumlah pabrik peleburan menghentikan produksi sementara untuk perawatan.
Permintaan emas di India terpantau lesu pekan lalu, karena pemulihan harga membuat calon pembeli menunda pembelian. Sementara itu, premi emas di China stabil ditopang permintaan aset safe haven.
Spekulan emas meningkatkan posisi beli bersih (net long) sebanyak 4.090 kontrak menjadi 95.664 kontrak pada pekan yang berakhir 5 Mei.
Tonton: Harga Emas Antam Kembali Memudar Hari Ini (11 Mei 2026)
Untuk logam mulia lainnya:
- Perak spot stabil di US$ 80,32 per ons
- Platinum turun 0,9% menjadi US$ 2.037
- Palladium turun 1% menjadi US$ 1.477,23
Tabel: Pergerakan Harga Logam Mulia (11 Mei 2026)
| Instrumen | Harga Terakhir | Perubahan |
|---|---|---|
| Emas Spot | US$ 4.687,49/ons | -0,6% |
| Emas Berjangka AS (Juni) | US$ 4.696,60/ons | -0,7% |
| Perak Spot | US$ 80,32/ons | Stabil |
| Platinum | US$ 2.037/ons | -0,9% |
| Palladium | US$ 1.477,23/ons | -1,0% |
Tabel: Faktor Pendorong Harga Emas Turun
| Faktor | Dampak ke Emas | Penjelasan |
|---|---|---|
| Perundingan AS-Iran gagal | Negatif | Konflik berkepanjangan memicu lonjakan minyak |
| Harga minyak melonjak | Negatif | Mendorong inflasi lebih tinggi |
| Kekhawatiran inflasi meningkat | Negatif | Inflasi tinggi bisa menahan suku bunga tetap tinggi |
| Dolar AS menguat | Negatif | Emas jadi lebih mahal bagi pembeli non-dolar |
| Potensi suku bunga naik | Negatif | Suku bunga tinggi menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













