kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%
GLOBAL /

Zona US$ 4.700 Menjadi Ujian bagi Pemulihan Emas Jangka Pendek, Mungkinkah Tembus?


Selasa, 31 Maret 2026 / 04:19 WIB
Zona US$ 4.700 Menjadi Ujian bagi Pemulihan Emas Jangka Pendek, Mungkinkah Tembus?
ILUSTRASI. Zona US$ 4.700–US$ 4.750 jadi ujian penting pemulihan emas. Jika gagal tembus, kenaikan berisiko memudar. (REUTERS/Hiba Kola)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas naik untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Senin (30/3/2026). Kenaikan harga si kuning mentereng dikarenakan permintaan aset aman mengalami peningkatan, meskipun harga diperkirakan akan turun untuk bulan ini karena konflik di Timur Tengah mendorong ekspektasi inflasi dan suku bunga global yang lebih tinggi.

Data Reuters menunjukkan, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 4.518,57 per ons troi pada pukul 13.32 ET (1732 GMT) setelah mencapai level terendah sejak November awal pekan lalu.

Kontrak emas berjangka AS ditutup 0,7% lebih tinggi pada US$ 4.557,50.

"Perang masih berlangsung sengit dan belum ada tanda-tanda penyelesaian, dan itu mendorong harga emas lebih tinggi karena permintaan aset aman... Fokus pasar dalam jangka pendek akan tertuju pada perang, harga minyak mentah, imbal hasil obligasi, dan indeks dolar AS," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa pembangkit energi dan sumur minyak Iran akan dihancurkan kecuali negara itu membuka Selat Hormuz, setelah Teheran menggambarkan proposal perdamaian AS sebagai tidak realistis dan menembakkan gelombang rudal ke Israel.

Baca Juga: Iran Masih Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Berpotensi Sentuh US$ 150?

Sudah merosot 14% sepanjang Maret

Harga emas telah turun lebih dari 14% sejauh ini di bulan Maret. Kondisi ini menempatkan logam mulia pada jalur untuk kinerja bulanan terburuknya sejak 2008, karena kenaikan harga energi telah meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong pasar untuk menilai kembali ekspektasi suku bunga mereka.

Emas sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik tetapi tidak menghasilkan bunga, sehingga kurang menarik ketika suku bunga tinggi.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS dapat menunggu dan melihat bagaimana perang Iran memengaruhi ekonomi dan inflasi. Fed mempertahankan suku bunga acuan semalam tetap stabil di kisaran 3,50%-3,75% awal bulan ini.

Serangkaian data ekonomi akan dirilis minggu ini, termasuk lowongan kerja AS, penjualan ritel, laporan ketenagakerjaan ADP, dan penggajian non-pertanian.

Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, mengatakan zona US$ 4.700–US$ 4.750 tampaknya menjadi ujian bagi pemulihan jangka pendek emas.

Tonton: Harga Emas Antam Menguat Sore Hari ini (30 Maret 2026)

"Jika emas tidak dapat menembus level tersebut, maka kenaikan ini berisiko memudar seperti yang telah kita lihat baru-baru ini," tambahnya.

Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 1% menjadi US$ 70,27. Harga platinum spot naik 1,6% menjadi US$ 1.891,71 dan paladium naik 2,9% menjadi US$ 1.416,47. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×