kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.734   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%
GLOBAL /

AS Tolak Tuntutan Xi Jinping: Taiwan Tak Akan Diabaikan di Meja Negosiasi Dagang


Senin, 27 Oktober 2025 / 04:48 WIB
AS Tolak Tuntutan Xi Jinping: Taiwan Tak Akan Diabaikan di Meja Negosiasi Dagang
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada hari Minggu (26/10/2025) kembali menegaskan dukungan jangka panjang AS terhadap Taiwan. KONTAN/Fransiskus Simbolon

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada hari Minggu (26/10/2025) kembali menegaskan dukungan jangka panjang AS terhadap Taiwan. Ia menekankan bahwa pulau tersebut tidak akan ditinggalkan atau dilupakan selama pembicaraan dagang dengan China.

Fox News melaporkan, saat berbicara dengan wartawan di tengah perjalanannya dari Israel ke Qatar—dalam perjalanan untuk bergabung dengan Presiden Donald Trump di Asia—Rubio mengatakan Taiwan seharusnya tidak perlu khawatir tentang negosiasi dagang tersebut.

"Saya rasa Anda tidak akan melihat semacam kesepakatan dagang di mana kita mendapat perlakuan baik dalam perdagangan dengan imbalan meninggalkan Taiwan," kata Rubio. "Tidak ada satu pun orang yang memikirkan hal itu."

Presiden China, Xi Jinping, telah kembali berusaha keras mendorong AS untuk mengubah kebijakan "Satu China" (One China)-nya. Kebijakan ini mengakui Taiwan sebagai bagian dari China, meskipun AS tetap menjalin hubungan dengan pulau tersebut.

Beijing telah meminta pemerintahan Trump untuk secara resmi menggunakan bahasa yang mengatakan bahwa AS "menentang" kemerdekaan Taiwan. Perubahan ini akan menjadi kemenangan diplomatik yang sangat penting bagi China, karena posisi Washington saat ini hanya mengatakan bahwa mereka "tidak mendukung" kemerdekaan.

Baca Juga: Deal Besar AS-China: China Bakal Borong Kedelai dan Pembatasan Rare Earth Dicabut!

Taiwan adalah isu signifikan dalam hubungan China dengan AS, di tengah ketegangan atas isu-isu lain seperti perdagangan, transfer teknologi, dan hak asasi manusia.

AS adalah pendukung militer terbesar Taiwan, tetapi Trump sempat melontarkan ide bahwa Taiwan harus membayar untuk keamanannya sendiri.

Trump menolak menjawab ketika ditanya tentang kebijakan AS terhadap Taiwan saat dalam perjalanan menuju Asia di Air Force One.

"Saya tidak mau membicarakan itu sekarang. Saya tidak ingin menimbulkan kerumitan apa pun. Perjalanan ini sudah cukup rumit," kata Trump kepada wartawan.

Presiden AS dijadwalkan bertemu dengan Xi minggu depan saat menghadiri KTT regional di Korea Selatan. Ini adalah pertemuan pertama kedua pemimpin sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari.

Tonton: Presiden AS Donald Trump Spontan Berjoget di Bandara Kuala Lumpur Malaysia

Perjalanan Trump ke Asia akan mencakup persinggahan di Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU

×