kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%
GLOBAL /

Dampak Shutdown Pemerintah AS Lebih Buruk dari Perkiraan


Minggu, 09 November 2025 / 06:23 WIB
Dampak Shutdown Pemerintah AS Lebih Buruk dari Perkiraan
ILUSTRASI. Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan bahwa dampak ekonomi dari penutupan pemerintahan Amerika Serikat ternyata jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya. REUTERS/Shannon Stapleton

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan bahwa dampak ekonomi dari penutupan pemerintahan Amerika Serikat ternyata jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Namun, ia tetap optimistis bahwa ekonomi AS akan pulih dengan cepat begitu pemerintah kembali beroperasi.

Mengutip Reuters, dalam wawancara dengan Fox Business Network, Hassett menjelaskan bahwa sejumlah proyek konstruksi mulai melambat dan sektor perjalanan juga terpukul cukup berat.

“Pariwisata dan perjalanan menjadi sektor yang paling terdampak saat ini,” ujarnya. “Jika gangguan penerbangan terus terjadi selama satu atau dua minggu lagi, maka kita bisa menghadapi perlambatan ekonomi dalam jangka pendek.”

Meski begitu, Hassett — yang menjabat sebagai Direktur Dewan Ekonomi Nasional (National Economic Council) — menegaskan bahwa belum ada sektor ekonomi yang masuk ke fase resesi, meskipun Menteri Keuangan Scott Bessent sempat mengisyaratkan kekhawatiran serupa minggu lalu.

Hassett menambahkan bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah, sebagian disebabkan oleh ketidakpastian akibat penutupan pemerintahan yang sudah berlangsung 38 hari.

Baca Juga: Ekspor China Melemah ke Level Terburuk Sejak Februari, Ini Sebabnya

Dalam program “Mornings with Maria”, ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang mengindikasikan bahwa The Fed mungkin akan menunda kenaikan suku bunga pada Desember.

Namun dalam pernyataan terpisah kepada wartawan di Gedung Putih, Hassett menegaskan kembali pandangannya bahwa ekonomi AS memiliki daya pulih yang kuat.

Ia memperkirakan aktivitas ekonomi akan bangkit dengan cepat begitu pemerintah federal kembali dibuka dan ketidakpastian mulai mereda.

Tonton: Tarif Impor Amerika Picu PHK Ribuan Pekerja di Pabrik Sepatu Tangerang

Kesimpulan:

Penutupan pemerintahan AS yang telah berlangsung lebih dari sebulan mulai menekan berbagai sektor ekonomi, terutama konstruksi, pariwisata, dan tenaga kerja. Meskipun dampaknya lebih buruk dari perkiraan awal, Gedung Putih tetap percaya bahwa ekonomi AS akan segera pulih begitu aktivitas pemerintahan kembali berjalan normal, meskipun muncul kekhawatiran baru terkait arah kebijakan suku bunga The Fed.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×