kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%
GLOBAL /

Emas Global Menguat Tipis, Pasar Tahan Napas Tunggu Tenggat Trump


Rabu, 08 April 2026 / 03:33 WIB
Emas Global Menguat Tipis, Pasar Tahan Napas Tunggu Tenggat Trump
ILUSTRASI. Emas menguat tipis jelang tenggat waktu Trump. Analis menyebut pasar menahan diri menanti perkembangan perang Iran. (REUTERS/Hiba Kola)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas menguat tipis pada Selasa (7/4/2026), dengan perhatian pasar tertuju pada tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi risiko serangan besar-besaran terhadap infrastruktur negara itu.

Data Reuters menunjukkan, harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 4.684,59 per ons pada pukul 14.33 waktu setempat (18.33 GMT). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup tidak berubah di level US$ 4.684,70.

"Pasar emas saat ini cenderung bergerak di tempat menjelang tenggat waktu pukul 20.00 waktu Timur AS malam ini yang diberlakukan Amerika Serikat. Pasar menahan diri karena pelaku pasar menunggu apa yang akan terjadi, karena peristiwa ini bisa berdampak besar," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Iran tak menunjukkan tanda menyerah

Serangan terhadap Iran semakin intens sepanjang hari, namun Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan menerima ultimatum Trump untuk membuka Selat Hormuz sebelum Selasa berakhir. Presiden AS mengatakan "seluruh peradaban akan mati malam ini" kecuali Teheran mencapai kesepakatan di menit-menit terakhir.

"Pedagang emas lebih fokus pada apa yang akan dilakukan bank sentral terkait suku bunga dibanding geopolitik. Jika ekonomi utama menunda penurunan suku bunga, itu bisa diartikan sebagai permintaan emas yang lebih rendah," ujar Wyckoff.

Baca Juga: Harga Emas Tertekan, Ancaman Trump Guncang Pasar Logam Mulia

Harga emas spot telah turun sekitar 11% sejak perang Iran dimulai.

Harga minyak melonjak sejak konflik Iran memicu kekhawatiran terhadap pasokan. Kenaikan biaya energi mendorong inflasi, sehingga bank sentral memiliki ruang yang lebih sempit untuk memangkas suku bunga. 

Meski emas merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia ini menjadi kurang menarik dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Pasar juga menantikan risalah rapat Federal Reserve pada Maret yang akan dirilis Rabu. Selain itu, data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS akan dirilis Kamis, dan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat.

Tonton: Iran Tolak Buka Selat Hormuz, Gencatan Senjata Terancam Gagal

Di tempat lain, data menunjukkan bank sentral China melanjutkan pembelian emas selama 17 bulan berturut-turut.

Untuk logam lainnya, perak spot turun 1% menjadi US$ 72,03 per ons, platinum melemah 2% menjadi US$ 1.939,15, dan paladium turun 2% menjadi US$ 1.455,63.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

×