Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga emas turun mendekati level terendah dalam hampir empat pekan pada Selasa (28/4/2026), dipicu kekhawatiran inflasi yang terus membayangi setelah Presiden AS Donald Trump terlihat tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang. Sementara itu, investor juga menanti rapat kebijakan moneter Federal Reserve pekan ini.
Data Reuters menunjukkan, harga emas spot turun 1,7% menjadi US$ 4.600,61 per ons pada pukul 13.42 EDT (17.42 GMT), setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 2 April.
Kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 1,8% ke US$ 4.608,40.
“Pesimisme terhadap proses perdamaian di Timur Tengah kembali meningkat. Pemerintahan Trump menolak tawaran terbaru Iran sehingga Selat Hormuz masih tetap tertutup,” kata Peter Grant, wakil presiden sekaligus analis senior logam mulia di Zaner Metals.
“Hal itu mendorong harga minyak naik dan memunculkan kembali kekhawatiran inflasi menjelang rapat FOMC pekan ini… sehingga emas tertekan ke level terendah dalam empat pekan,” lanjutnya.
Seorang pejabat AS mengatakan Trump tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk menyelesaikan perang, sehingga menurunkan harapan akan tercapainya solusi konflik yang telah mengganggu pasokan energi, memicu inflasi, dan menewaskan ribuan orang.
Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi, Pasar Deg-degan Menanti Keputusan The Fed Pekan Ini
Harga minyak naik karena upaya mengakhiri perang Iran yang mandek membuat Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup, sehingga menekan pasokan minyak dari Timur Tengah. Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan akan keluar dari OPEC dan OPEC+.
Lonjakan harga minyak mentah menambah tekanan inflasi dan meningkatkan kemungkinan suku bunga bertahan tinggi. Walaupun emas biasanya dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga tinggi menekan daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Investor memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada rapat dua hari yang berakhir Rabu. Pasar juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell.
Keputusan bank sentral lain juga menjadi perhatian pekan ini, termasuk dari Bank Sentral Eropa (ECB), Bank of England, dan Bank of Canada.
Tonton: Laba Antam (ANTM) Melejit 69,09%, Pendapatan Tembus Rp 29,32 Triliun di Kuartal I
Sementara itu, China sebagai konsumen emas terbesar dunia mencatat impor bersih emas dari Hong Kong sebesar 47,866 metrik ton pada Maret, naik dibanding 46,249 ton pada Februari, menurut data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong pada Selasa.
Harga perak spot turun 2,7% menjadi US$ 73,43 per ons, platinum melemah 1,5% ke US$ 1.953,32, sementara palladium turun 0,8% menjadi US$ 1.465,42.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













