Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melonjak lebih dari 1% pada Jumat (waktu setempat), terdorong data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan serta meningkatnya ketidakpastian kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Emas Tembus Level Tinggi
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,5% ke level US$ 5.071,48 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup menguat 1,7% di US$ 5.080,90 per ons.
Kenaikan ini terjadi setelah Trump mengumumkan rencana tarif global baru sebesar 10% selama 150 hari, sebagai pengganti sebagian tarif darurat yang sebelumnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Mahkamah menyatakan tarif global luas yang diberlakukan Trump berdasarkan International Emergency Economic Powers Act melampaui kewenangannya.
Baca Juga: Pergerakan Emas Aneh: Sideways dengan Volatilitas Tinggi, Ada Apa?
Ketidakpastian Tarif Dorong Safe Haven
Tai Wong, trader logam independen, menilai kecil kemungkinan Trump akan mundur begitu saja dari kebijakan tarif.
Ia memperkirakan pemerintahan AS akan mencari dasar hukum lain untuk menghidupkan kembali tarif, langkah yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.
Dalam situasi penuh ketidakpastian seperti ini, emas kembali dilirik sebagai aset safe haven. Logam mulia cenderung menguat saat risiko geopolitik dan ekonomi meningkat, serta ketika suku bunga berada dalam tren turun.
Data Ekonomi AS Melemah
Sentimen positif untuk emas juga datang dari data ekonomi terbaru. Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal IV hanya mencapai 1,4% (tahunan), jauh di bawah proyeksi ekonom sebesar 3%. Perlambatan ini dipicu oleh penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) dan melemahnya belanja konsumen.
Di sisi lain, inflasi masih membayangi. Indeks Personal Consumption Expenditure (PCE), indikator inflasi pilihan bank sentral AS, Federal Reserve, naik 0,4% pada Desember, lebih tinggi dari ekspektasi 0,3%.
Baca Juga: Berkshire Hathaway Kembali Masuk Bisnis Media, Borong Saham New York Times
Kombinasi pertumbuhan melambat dan inflasi yang masih ada menciptakan ketidakpastian arah ekonomi AS. Pelaku pasar saat ini masih memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini, masing-masing 25 basis poin, dengan penurunan pertama diprediksi terjadi pada Juni.
Logam Mulia Lain Ikut Menguat
Tak hanya emas, logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan signifikan:
- Perak spot naik 5,8% ke US$82,92 per ons
- Platinum menguat 4,5% ke US$2.163,53 per ons
- Palladium bertambah 4% ke US$1.751,70 per ons
Tonton: Perputaran Uang Ramadhan-Lebaran 2026 Diproyeksi Tembus Rp 190 Triliun
Kombinasi perlambatan ekonomi, ketidakpastian tarif, dan ekspektasi pelonggaran suku bunga membuat emas kembali bersinar di tengah dinamika pasar global.
Selanjutnya: Tarif Resiprokal RI-AS Sudah 19%, Seskab Teddy: Berpotensi Bisa Turun Lagi
Menarik Dibaca: Ucapan HUT BCA ke-69, Berkesan dan Beri Inspirasi Kreatif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)