Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Kamis (waktu AS), di tengah sikap investor yang mencermati ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sementara itu, penurunan klaim pengangguran AS memberi sinyal pasar tenaga kerja tetap solid menjelang rilis data inflasi penting akhir pekan ini.
Data Reuters menunjukkan, harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$ 4.979,18 per ons pada pukul 13.31 EST (18.31 GMT). Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup melemah 0,2% ke posisi US$ 4.997,40 per ons.
Senior Market Strategist RJO Futures Daniel Pavilonis mengatakan pergerakan emas saat ini cenderung sideways dengan volatilitas tinggi.
“Pasar seperti terombang-ambing dan bergerak mendatar dengan volatilitas,” ujarnya.
Menurut dia, ketegangan dengan Iran menjadi faktor penopang harga emas. Namun, meskipun prospek jangka panjang masih dinilai bullish, tetap ada potensi koreksi lanjutan yang dipicu faktor lain di luar isu Iran.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau akan menghadapi konsekuensi serius. Ia juga memberi sinyal tenggat waktu sekitar 10 hari sebelum kemungkinan tindakan dari pihak AS.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melompat 2%, Ini 4 Faktor Pendorongnya
Secara historis, emas diuntungkan oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi karena logam mulia ini dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat Federal Reserve pada 27–28 Januari yang dirilis Rabu menunjukkan perbedaan pandangan di antara para pejabat bank sentral AS. Sejumlah anggota membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain cenderung mendukung pemangkasan suku bunga jika tekanan harga mereda.
Data terbaru menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS turun menjadi 206.000 pada pekan yang berakhir 14 Februari, lebih rendah dari ekspektasi 225.000. Angka ini memperkuat sinyal ketahanan pasar tenaga kerja, sejalan dengan laporan ketenagakerjaan bulanan yang solid pekan lalu.
Pelaku pasar kini menanti rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) pada Jumat, yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed untuk menentukan arah kebijakan suku bunga.
Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama AS tahun ini berpotensi terjadi pada Juni. Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga (non-yielding asset) cenderung lebih diminati.
Tonton: Diplomasi Buntu? AS Siapkan Opsi Militer ke Iran
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,6% menjadi US$ 77,66 per ons setelah melonjak lebih dari 5% pada Rabu. Sebaliknya, platinum turun 0,8% ke US$ 2.054,08 per ons, sementara paladium merosot 2,6% ke level US$ 1.671,34 per ons.
Selanjutnya: Cara Daftar Tukar Uang Baru Di Pintar.bi.go.id, Cek Jadwal, Syarat & Batas Maksimal
Menarik Dibaca: Kamera Xiaomi 17 Ultra: Skor DXOMARK Unggul, Ini Kelebihannya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)