kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%
GLOBAL /

Fenomena Emas: Harga Naik Jumat, Tapi Anjlok Lebih dari 2% Sepekan


Sabtu, 25 April 2026 / 06:24 WIB
Fenomena Emas: Harga Naik Jumat, Tapi Anjlok Lebih dari 2% Sepekan
ILUSTRASI. Harga emas naik pada Jumat (24/4/2026), tetapi masih berada di jalur penurunan mingguan pertamanya dalam lima pekan terakhir. (REUTERS/Hiba Kola)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas naik pada Jumat (24/4/2026), tetapi masih berada di jalur penurunan mingguan pertamanya dalam lima pekan terakhir. Kondisi ini terjadi seiring kekhawatiran inflasi yang masih membayangi serta ketidakpastian terkait perang Amerika Serikat–Iran yang membuat pasar tetap waspada.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 4.721,15 per ons pada pukul 13.41 ET (17.41 GMT), setelah sempat naik lebih dari 1% pada awal sesi. Namun secara keseluruhan, emas telah turun lebih dari 2% sepanjang pekan ini.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup naik 0,4% menjadi US$ 4.740,90.

Logam mulia tersebut melemah sepanjang Maret karena perang AS–Iran memperkuat dolar dan memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, sehingga menekan permintaan emas.

Belakangan, konflik tersebut berada dalam kondisi stagnan, dengan Selat Hormuz yang krusial masih ditutup meskipun serangan militer dari negara-negara yang terlibat mulai berkurang. 

Kondisi itu membuat investor harus menebak-nebak perkembangan selanjutnya atau bereaksi terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang di satu sisi meredam ekspektasi kesepakatan untuk mengakhiri konflik namun di sisi lain mengancam akan melanjutkan serangan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi diperkirakan tiba di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada Jumat untuk membahas proposal memulai kembali perundingan damai dengan Amerika Serikat. Namun, sumber pemerintah Pakistan mengatakan ia tidak dijadwalkan bertemu dengan negosiator AS.

Baca Juga: Harga Gas Alam AS Tersungkur 4%, Ini Dua Penyebab Utamanya

Secara terpisah, Israel dan Lebanon memperpanjang gencatan senjata mereka selama tiga pekan.

“Ini benar-benar pasar yang digerakkan oleh berita utama karena begitu banyak ketidakpastian. Judul-judul berita saat ini tampaknya mendukung adanya semacam perjanjian damai dengan Iran, sehingga pasar melihat situasi yang secara bersih positif. Harga energi juga mulai sedikit turun,” kata Daniel Pavilonis, senior market strategist di RJO Futures.

Harga minyak melemah pada Jumat, tetapi patokan harga minyak telah melonjak sepanjang pekan ini setelah putaran kedua perundingan antara AS dan Iran gagal terlaksana, serta setelah Iran menunjukkan kendalinya atas Selat Hormuz.

Harga minyak yang lebih tinggi dapat memicu inflasi, sehingga meningkatkan peluang suku bunga ikut naik.

“Emas turun (pekan ini) karena harga minyak naik, begitu pula ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, dolar, dan imbal hasil, semuanya saling berkorelasi,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Tonton: Pemimpin Iran Terluka Parah! Kekuasaan Beralih ke Garda Revolusi

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 1,5% sepanjang pekan ini, sehingga meningkatkan biaya peluang memegang emas. Sementara dolar AS berada di jalur kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga pekan, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, perak spot naik 1,4% menjadi US$ 76,49 per ons, platinum naik 0,5% menjadi US$ 2.015,98, dan palladium melonjak 2,2% menjadi US$ 1.499,75.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

×