kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%
GLOBAL /

Gencatan Senjata AS-Iran Angkat Harga Emas, Akankah Bertahan?


Kamis, 09 April 2026 / 04:05 WIB
Gencatan Senjata AS-Iran Angkat Harga Emas, Akankah Bertahan?
ILUSTRASI. Emas tiba-tiba melonjak ke level tertinggi dalam tiga pekan. Dapatkan fakta di balik fenomena langka ini dan prediksi pergerakan selanjutnya. (REUTERS/Hiba Kola)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas naik mendekati level tertinggi dalam hampir tiga pekan pada Rabu (8/4/2026), seiring melemahnya dolar AS dan turunnya harga minyak setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu dalam perang mereka, yang meredakan kekhawatiran inflasi.

Data Reuters menunjukkan, harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 4.740,42 per ons pada pukul 14.05 EDT (18.05 GMT). Sebelumnya dalam sesi perdagangan, emas batangan sempat naik lebih dari 3% ke level tertinggi sejak 19 Maret.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup naik 2% menjadi US$ 4.777,20.

“Gencatan senjata ini menenangkan pasar dan mengurangi tekanan. Ini bisa membantu meredakan sebagian tekanan inflasi dan mungkin membuka peluang pemangkasan suku bunga The Fed, yang menjadi sentimen positif bagi emas,” kata Edward Meir, analis Marex.

Dia menambahkan, “Namun situasinya masih sangat rapuh. Ada begitu banyak hal yang masih harus dinegosiasikan. Kesepakatan itu bisa dengan mudah runtuh, dan ini bisa saja hanya pemulihan jangka pendek di seluruh pasar. Kita masih belum keluar dari bahaya.” 

Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan. Namun, meskipun Israel dan AS menghentikan serangan terhadap Iran, Israel justru meningkatkan perang paralelnya di Lebanon.

Harga minyak turun di bawah US$ 100 per barel setelah berita gencatan senjata tersebut.

Baca Juga: Minyak Terjungkal di Bawah US$ 100 Pasca Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Minggu

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama, sehingga emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas spot telah turun 10% sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari, karena harga energi yang lebih tinggi memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong investor mengurangi harapan pemangkasan suku bunga. Suku bunga tinggi biasanya menekan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, meskipun emas juga dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Menurut risalah rapat Federal Reserve pada 17-18 Maret, kelompok pembuat kebijakan yang semakin besar bulan lalu menilai kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk melawan inflasi yang masih berada di atas target 2% bank sentral, terutama karena dampak perang Iran.

Indikator inflasi AS, termasuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE Price Index) dan Indeks Harga Konsumen (CPI), dijadwalkan rilis pada akhir pekan ini.

Tonton: Iran Serang Jantung Energi Saudi! Balas Dendam ke Israel Picu Eskalasi Besar

Harga perak spot melonjak 3,3% menjadi US$ 75,35 per ons, platinum naik 5,3% menjadi US$ 2.060,45, dan palladium bertambah 7,6% menjadi US$ 1.581,33.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

×