kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%
GLOBAL /

Hantavirus Disebut Picu Kematian di Kapal Pesiar, Ini Gejala dan Penularannya


Senin, 04 Mei 2026 / 06:15 WIB
Hantavirus Disebut Picu Kematian di Kapal Pesiar, Ini Gejala dan Penularannya
ILUSTRASI. Penularan Hantavirus terjadi melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit. (dok./Kontan)

Sumber: CDC,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Dunia dikejutkan dengan berita mengenai penyebaran Hantavirus di sebuah kapal pesiar pada Minggu (3/5/2026).

Melansir Reuters, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi di antara penumpang sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik.

WHO menyebut ada enam orang yang terdampak dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, tiga orang meninggal dunia dan satu orang kini dirawat di unit perawatan intensif (ICU) di Afrika Selatan, menurut pernyataan WHO dalam unggahan di platform X.

WHO tidak menyebutkan nama kapal maupun operatornya. Namun, seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kapal itu adalah MV Hondius, yang sedang melakukan perjalanan dari Argentina menuju Cape Verde.

Lantas, apa itu Hantavirus dan bagaimana gejalanya? 

Berikut informasi lengkap mengenai Hantavirus seperti yang dilansir dari laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, yakni cdc.gov.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit serius pada manusia di berbagai belahan dunia. Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan mencit, terutama saat seseorang terpapar urin, kotoran, atau air liur hewan tersebut. Penularan juga bisa terjadi melalui gigitan atau cakaran tikus, tetapi hal ini jarang terjadi.

Hantavirus dapat menyebabkan dua sindrom utama:

Baca Juga: Harga Minyak Turun Setelah Sentuh Tertinggi 4 Tahun, Pasar Cemaskan Hal Ini

1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
HPS ditemukan di Belahan Bumi Barat, termasuk Amerika Serikat. Virus hantavirus yang paling umum menyebabkan HPS di AS ditularkan oleh tikus rusa (deer mouse).

2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
HFRS merupakan kelompok penyakit dengan gejala klinis serupa yang disebabkan oleh hantavirus yang banyak ditemukan di Eropa dan Asia. Namun, virus Seoul—salah satu jenis hantavirus penyebab HFRS, ditemukan di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.

Tanda dan Gejala

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

HPS adalah penyakit berat dan berpotensi mematikan yang menyerang paru-paru. Gejalanya biasanya muncul 1 hingga 8 minggu setelah kontak dengan tikus yang terinfeksi.

Gejala awal:

  • Kelelahan
  • Demam
  • Nyeri otot, terutama di otot besar seperti paha, pinggul, punggung, dan kadang bahu

Sekitar setengah pasien juga mengalami:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Menggigil
  • Gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut

Empat hingga sepuluh hari setelah fase awal, muncul gejala lanjutan berupa:

  • Batuk
  • Sesak napas
  • Dada terasa sesak karena paru-paru terisi cairan

HPS bisa berakibat fatal. Sekitar 38% pasien yang mengalami gejala gangguan pernapasan meninggal dunia.

Baca Juga: Emas Ambruk ke Level Terendah Sebulan! The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Makin Panik

Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

HFRS adalah penyakit serius yang menyerang ginjal. Gejala biasanya muncul 1–2 minggu setelah paparan, meski dalam kasus langka bisa hingga 8 minggu.

Gejala awal (muncul mendadak):

  • Sakit kepala hebat
  • Nyeri punggung dan perut
  • Demam/menggigil
  • Mual
  • Penglihatan kabur

Beberapa pasien juga mengalami:

  • Wajah memerah
  • Peradangan atau kemerahan pada mata
  • Ruam

Gejala lanjutan dapat meliputi:

  • Tekanan darah rendah
  • Syok akut (gangguan aliran darah)
  • Perdarahan internal
  • Gagal ginjal akut yang dapat menyebabkan penumpukan cairan berlebihan
  • Tingkat keparahan penyakit tergantung jenis virus penyebabnya.

Infeksi virus Hantaan dan Dobrava biasanya lebih berat, dengan tingkat kematian 5–15%.

Virus Seoul, Saaremaa, dan Puumala cenderung lebih ringan, dengan tingkat kematian kurang dari 1%.

Pemulihan penuh bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Cara Mengurangi Risiko

Untuk mengurangi risiko paparan hantavirus:

  • Hindari atau minimalkan kontak dengan tikus di rumah, tempat kerja, atau lokasi berkemah.
  • Tutup lubang dan celah di rumah atau garasi agar tikus tidak masuk.
  • Pasang perangkap untuk mengurangi populasi tikus.
  • Bersihkan makanan yang mudah dijangkau dan bisa menarik tikus.

Diagnosis

Mendiagnosis hantavirus dalam 72 jam pertama infeksi cukup sulit. Jika tes dilakukan terlalu dini dan hasilnya belum menunjukkan virus, pemeriksaan ulang biasanya dilakukan 72 jam setelah gejala muncul.

Gejala awal seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan kelelahan sering kali disalahartikan sebagai influenza.

Jika Anda mencurigai infeksi hantavirus, segera temui dokter dan sampaikan riwayat kemungkinan paparan tikus.

Tonton: KAI Tutup 2.220 Perlintasan Liar, Risiko Masih Tersisa di 1.089 Titik

Laboratorium negara bagian dan CDC dapat mengonfirmasi diagnosis melalui pengujian khusus.

Pengobatan dan Pemulihan

Belum ada pengobatan spesifik untuk infeksi hantavirus. Pasien diberikan perawatan suportif, termasuk:

  • Istirahat
  • Hidrasi
  • Penanganan gejala

Pada HPS, pasien mungkin mengalami gangguan pernapasan berat dan memerlukan bantuan ventilator atau intubasi (pemasangan selang ke paru-paru untuk membantu pernapasan).

Pada HFRS, gangguan ginjal dapat terjadi sehingga pasien mungkin memerlukan dialisis untuk membuang racun dari darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×