Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia berbalik menguat lebih dari 1% pada Kamis (28/5/2026), setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan. Kenaikan ini dipicu pelemahan dollar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak, menyusul kabar bahwa AS dan Iran mencapai kesepakatan kerangka perpanjangan gencatan senjata.
Data Reuters menunjukkan, harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.504,07 per ons troi pada pukul 13.31 EDT (17.31 GMT), setelah sempat jatuh ke level terendah sejak akhir Maret. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 1,1% ke level US$ 4.532,40 per ons troi.
Sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan AS dan Iran telah mencapai nota kesepahaman mengenai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Namun, kesepakatan itu masih harus mendapat persetujuan Presiden AS Donald Trump.
Indeks dollar AS turun 0,2%, membuat emas yang diperdagangkan dalam dollar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. Harga minyak Brent juga melemah setelah laporan mengenai kesepakatan tersebut muncul.
Di sisi lain, data menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS naik 3,8% secara tahunan pada April, sesuai ekspektasi pasar. Secara bulanan, indeks PCE naik 0,4% pada April setelah melonjak 0,7% pada Maret.
Pedagang logam independen Tai Wong mengatakan kombinasi data inflasi yang lebih lemah dan harapan tercapainya kesepakatan yang membuka Selat Hormuz memberi dorongan bagi harga emas.
Baca Juga: Mark Zuckerberg Rilis Model AI untuk Temukan Obat Kanker dan Penyakit Imun
Menurutnya, sebelumnya harga emas sempat terancam turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yang dianggap banyak pelaku pasar sebagai indikator penting untuk menjaga tren kenaikan.
Kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek menilai data PCE memperkuat peluang bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga, alih-alih kembali mengetatkan kebijakan moneter.
Meski demikian, risalah rapat The Fed pada 28-29 April yang dirilis pekan lalu menunjukkan semakin banyak pejabat bank sentral membuka kemungkinan perlunya kenaikan suku bunga tambahan.
Harga emas sendiri berada di bawah tekanan sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada akhir Februari akibat kekhawatiran inflasi. Walaupun dikenal sebagai aset safe haven, emas cenderung kurang diminati ketika suku bunga naik karena investor beralih ke aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.
Sementara itu, data juga menunjukkan impor bersih emas China melalui Hong Kong melonjak 81,2% pada April dibandingkan bulan sebelumnya.
Tonton: Presiden Macron Singgung 2 Kekuatan Ekonomi Besar dan Sebut Mineral Kritis Indonesia
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,3% menjadi US$ 75,60 per ons troi. Platinum stabil di level US$ 1.918,95, sedangkan palladium turun 1,4% menjadi US$ 1.371,52 per ons troi.
Tabel 1. Pergerakan Harga Logam Mulia Global
| Komoditas | Harga Terakhir | Perubahan |
|---|---|---|
| Emas Spot | US$ 4.504,07/ons troi | +1,1% |
| Emas Berjangka AS | US$ 4.532,40/ons troi | +1,1% |
| Perak Spot | US$ 75,60/ons troi | +1,3% |
| Platinum | US$ 1.918,95/ons troi | Stabil |
| Palladium | US$ 1.371,52/ons troi | -1,4% |
Tabel 2. Faktor Penggerak Harga Emas
| Faktor | Dampak ke Emas |
|---|---|
| Pelemahan indeks dollar AS 0,2% | Positif |
| Harga minyak Brent melemah | Positif |
| Kesepakatan AS-Iran soal gencatan senjata | Positif |
| Data inflasi PCE AS sesuai ekspektasi | Positif moderat |
| Potensi kenaikan suku bunga The Fed | Negatif |
| Lonjakan impor emas China | Positif |
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













