kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%
GLOBAL /

Harga Emas Melonjak 2%, Potensi Tembus US$ 5.000 Usai Konflik Mereda?


Kamis, 26 Maret 2026 / 02:52 WIB
Harga Emas Melonjak 2%, Potensi Tembus US$ 5.000 Usai Konflik Mereda?
ILUSTRASI. Harga emas global naik hampir 2% didorong turunnya minyak. Mungkinkah mencapai US$ 5.000 jika suku bunga AS dipangkas? (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia naik hampir 2% pada transaksi Rabu (25/3/2026). Kenaikan harga si kuning ini didorong oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi serta menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga, meskipun ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah masih berlanjut.

Data Reuters menunjukkan, harga emas spot naik 1,8% menjadi 4.552,94 dollar AS per ounce pada pukul 13.30 EDT (17.30 GMT), setelah sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan pada Senin. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup naik 3,4% menjadi 4.552,30 dollar AS.

"Emas saat ini mengalami pemulihan teknikal dan juga didukung oleh optimisme bahwa konflik yang melibatkan Iran mungkin mulai mereda, yang turut membantu menekan harga minyak," ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals.

"Kita perlu melihat penurunan lebih lanjut pada kekhawatiran inflasi untuk mulai mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan suku bunga AS pada suatu waktu tahun ini. Harga emas bisa kembali naik hingga 5.000 dollar AS jika hal tersebut terjadi."

Harga minyak turun setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran yang bertujuan mengakhiri perang. Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Iran masih meninjau proposal tersebut, meskipun respons awalnya bersifat negatif.

Baca Juga: Negosiasi AS-Iran Amburadul, Harga Minyak Dunia Makin Mencekam

Di sisi lain, Pentagon dilaporkan tengah merencanakan pengiriman ribuan pasukan lintas udara ke kawasan Teluk untuk memberi Presiden Donald Trump lebih banyak opsi dalam memerintahkan serangan darat, menurut sejumlah sumber.

Penurunan harga minyak membantu meredakan tekanan inflasi, sehingga mengurangi kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Meskipun emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya cenderung menurun saat suku bunga tinggi karena meningkatnya biaya peluang dari memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Analis dari SP Angel dalam sebuah catatan menyebutkan bahwa volatilitas harga emas belakangan ini mencerminkan peningkatan signifikan aliran investasi spekulatif sepanjang 2025.

"Penurunan harga terbaru memicu keluarnya sebagian besar modal tersebut. Namun, kami melihat tren diversifikasi cadangan oleh bank sentral masih akan berlanjut, dengan pemain baru mulai masuk pada 2026."

Tonton: Ramadan 2026 Lebih Hidup, TikTok dan Tokopedia Jadi Penggerak

Harga emas spot naik 64% tahun lalu dan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 5.594,82 dollar AS per ounce pada 29 Januari.

Sementara itu, harga perak spot naik 1,7% menjadi 72,41 dollar AS, platinum menguat 0,1% menjadi 1.936,00 dollar AS, sedangkan paladium turun 1% menjadi 1.424,99 dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×