kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%
GLOBAL /

Harga Emas Terjungkal 1,8%, Ada Apa dengan Aset Safe Haven?


Sabtu, 21 Maret 2026 / 05:56 WIB
Harga Emas Terjungkal 1,8%, Ada Apa dengan Aset Safe Haven?
ILUSTRASI. Harga emas anjlok 1,8% Jumat lalu akibat dolar AS menguat. Pengerahan pasukan ke Timur Tengah picu inflasi dan suku bunga. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas anjlok 1,8% pada Jumat (20/3/2025) seiring menguatnya dolar AS. Penguatan ini dipicu laporan bahwa Amerika Serikat akan mengirim tambahan pasukan ke Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran kenaikan harga minyak, inflasi, hingga suku bunga.

Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, harga emas spot turun 1,8% menjadi US$ 4.563,64 per ons troi pada pukul 14.14 ET (18.14 GMT), setelah sebelumnya sempat naik 1%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April melemah 0,7% ke level US$ 4.574,90.

Penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) terjadi setelah laporan Reuters yang mengutip tiga pejabat AS terkait pengerahan ribuan marinir dan pelaut tambahan ke kawasan Timur Tengah.

Dolar yang lebih kuat membuat emas, yang dihargai dalam mata uang AS, menjadi kurang menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Konflik antara AS dan Israel melawan Iran yang dimulai sejak 28 Februari telah menelan ribuan korban jiwa, meluas ke kawasan Timur Tengah, dan mulai mengguncang ekonomi global.

Blokade Iran terhadap Selat Hormuz yang berkepanjangan berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi dan mendorong inflasi.

“Emas dan perak ikut tertekan saat pasar menghadapi kekhawatiran menjelang akhir pekan,” kata trader logam independen Tai Wong.

Baca Juga: Para Peramal Prediksi Kemunculan El Nino 2026, Berpotensi Jadi Super El Nino

Ia menambahkan, logam mulia saat ini cukup volatil setelah tekanan kuat sepanjang pekan akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga. 

“Kemungkinan akan mulai stabil, tapi pergerakannya masih akan bergejolak,” ujarnya.

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian. Namun, kenaikan suku bunga justru mengurangi daya tariknya karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Sejumlah broker global memperkirakan peluang kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England semakin besar, bahkan bisa terjadi secepat April.

Sementara itu, Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada Rabu lalu, namun memproyeksikan inflasi yang lebih tinggi. Ketua The Fed Jerome Powell juga menyebut arah kebijakan ke depan penuh ketidakpastian akibat perang yang sedang berlangsung.

Tonton: Lonjakan Harga Gas 35% di Eropa: Dampak Serangan LNG Iran?Israel & Risiko Stagflasi

Tak hanya emas, harga logam lainnya juga melemah. Perak turun 4,8% menjadi US$ 69,39, platinum turun 0,9% ke US$ 1.953,18, dan paladium melemah 1,6% ke US$ 1.423,59.

Ketiga logam tersebut diperkirakan mencatat penurunan sepanjang pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×