kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%
GLOBAL /

Harga Minyak Bergerak Liar, Pasar Cerna Kabar Berbeda soal Gencatan Senjata AS-Iran


Jumat, 29 Mei 2026 / 05:40 WIB
Harga Minyak Bergerak Liar, Pasar Cerna Kabar Berbeda soal Gencatan Senjata AS-Iran
ILUSTRASI. Harga minyak dunia ditutup bervariasi setelah bergerak volatil seiring pasar mencermati laporan soal gencatan senjata antara AS dan Iran. (REUTERS/Adriano Machado)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis (28/5), setelah bergerak volatil sepanjang sesi seiring pasar mencermati laporan yang saling bertentangan mengenai potensi kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip Reuters, kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, yang akan berakhir pada penutupan perdagangan Jumat, turun 58 sen atau 0,6% menjadi US$ 93,71 per barel. Sementara kontrak Brent Agustus yang lebih aktif diperdagangkan naik 72 sen menjadi US$ 92,97 per barel pada pukul 15.20 EDT (17.20 GMT).

Adapun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik tipis 22 sen atau 0,3% ke level US$ 88,90 per barel.

Harga minyak bergerak fluktuatif dalam beberapa sesi terakhir akibat sinyal yang saling bertolak belakang terkait kemungkinan berakhirnya perang Iran selama tiga bulan terakhir serta potensi pembukaan kembali Selat Hormuz. Saat ini, lalu lintas melalui jalur pelayaran strategis tersebut masih jauh di bawah level sebelum perang.

Empat sumber yang mengetahui pembicaraan mengatakan kepada Reuters bahwa telah tercapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata di Timur Tengah selama 60 hari. Media Axios pertama kali melaporkan kabar tersebut pada Kamis.

Baca Juga: Harga Emas Bangkit dari Titik Terendah Dua Bulan Setelah Kesepakatan AS-Iran

Namun, sumber Reuters menyebutkan kesepakatan itu masih memerlukan persetujuan Presiden AS Donald Trump. Di sisi lain, kantor berita Tasnim Iran melaporkan bahwa teks nota kesepahaman potensial antara Iran dan AS belum difinalisasi maupun dikonfirmasi.

Pada awal perdagangan, harga Brent dan WTI sempat melonjak lebih dari 2% setelah Garda Revolusi Iran menyatakan telah menargetkan pangkalan udara AS sebagai respons atas serangan AS terhadap kota pelabuhan Bandar Abbas.

Perusahaan konsultan perdagangan minyak Ritterbusch and Associates menilai pasar minyak masih sangat sensitif terhadap perkembangan terkait Iran dan Selat Hormuz.

Menurut mereka, harga minyak cenderung naik saat muncul sentimen geopolitik yang mendukung kenaikan harga, namun dapat turun tajam hanya karena indikasi kecil mengenai kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz.

Tekanan tambahan bagi harga minyak datang dari data resmi AS yang menunjukkan persediaan minyak mentah negara tersebut turun 3,3 juta barel pekan lalu. Penurunan itu menjadi yang keenam berturut-turut, tetapi lebih rendah dibanding ekspektasi analis Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 4,1 juta barel.

Persediaan bensin dan bahan bakar distilat AS juga tercatat turun.

Tonton: Jurus Bank Kecil Melejit di Masa Sulit

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan pasar minyak saat ini lebih sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah dibandingkan data penurunan stok minyak AS.

Tabel 1. Pergerakan Harga Minyak Dunia

Jenis Minyak Harga Penutupan Perubahan
Brent Juli US$ 93,71/barel -0,6%
Brent Agustus US$ 92,97/barel +72 sen
WTI AS US$ 88,90/barel +0,3%

Tabel 2. Faktor Penggerak Harga Minyak

Faktor Dampak ke Harga Minyak
Potensi perpanjangan gencatan senjata AS-Iran Menekan harga
Ketidakpastian finalisasi kesepakatan Memicu volatilitas
Serangan Iran ke pangkalan udara AS Mendorong harga naik
Potensi pembukaan Selat Hormuz Negatif bagi harga
Penurunan stok minyak mentah AS Positif
Sensitivitas pasar terhadap geopolitik Timur Tengah Memperbesar fluktuasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×