kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%
GLOBAL /

Israel Klaim Tewaskan Kepala Keamanan Iran, Bagaimana Gerak Harga Emas?


Rabu, 18 Maret 2026 / 04:16 WIB
Israel Klaim Tewaskan Kepala Keamanan Iran, Bagaimana Gerak Harga Emas?
ILUSTRASI. Meskipun konflik Iran memanas, harga emas tak melonjak tajam. Daya tarik safe haven bersaing dengan ekspektasi suku bunga Fed. (CFOTO via Reuters Connect/CFOTO)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak stabil pada Selasa (18/3), di tengah perhatian pelaku pasar terhadap konflik Iran yang semakin memanas serta keputusan penting dari bank sentral Amerika Serikat yang akan segera diumumkan.

Melansir Reuters, harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$ 5.004,71 per ons pada pukul 14.03 waktu setempat (ET). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup naik tipis 0,1% ke posisi US$ 5.008,20 per ons.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyebut pergerakan emas saat ini mencerminkan “tarik-menarik” antara dua sentimen besar. Di satu sisi, emas mendapat dukungan sebagai aset safe haven akibat ketidakpastian geopolitik. Namun di sisi lain, tekanan inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi menahan penguatannya.

“Saya pikir emas masih berpotensi mencetak rekor baru. Tapi kemungkinan itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Momentum kenaikan tampaknya mulai melemah,” ujar Wyckoff.

Sebagai aset lindung nilai, emas biasanya diminati saat situasi global tidak menentu dan inflasi meningkat. Namun, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga tinggi, karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga.

Baca Juga: Konflik Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Brent Melompat ke US$102 Per Barel

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang kini memasuki pekan ketiga telah mengganggu perdagangan energi global dan memicu kekhawatiran lonjakan inflasi.

Israel mengklaim telah menewaskan kepala keamanan Iran. Sementara itu, pejabat tinggi Iran menyatakan bahwa pemimpin tertinggi baru menolak upaya de-eskalasi yang disampaikan melalui pihak perantara. Iran bahkan menuntut agar Israel dan AS “dilumpuhkan terlebih dahulu” sebelum pembicaraan lebih lanjut dilakukan.

Di tengah ketegangan tersebut, harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% dalam sehari.

Pasar kini menantikan keputusan suku bunga dari bank sentral AS (The Fed) yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu. Investor memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di level saat ini.

Dalam catatannya, Commerzbank menilai keputusan The Fed kemungkinan tidak akan menjadi pendorong utama pergerakan emas. Ketidakpastian terkait durasi perang dan gangguan pasokan minyak membuat bank sentral AS cenderung berhati-hati dalam mengambil kebijakan.

Tonton: Harga Emas Antam Kembali Tergerus Hari ini (17 Maret 2026)

Sementara itu, logam mulia lainnya menunjukkan pergerakan beragam. Harga perak turun 1,5% ke US$79,55 per ons, platinum naik 0,6% ke US$2.129,53, dan palladium menguat 0,7% ke US$1.609,70.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×