Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga minyak melonjak pada Kamis (3/4/2026). Kondisi ini terjadi setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memupus harapan akan adanya penyelesaian cepat atas perang Iran.
Mengutip Reuters, kontrak Brent naik 7,59% menjadi US$ 108,84 per barel, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 11,41% menjadi US$ 111,54 per barel.
Lonjakan harga minyak terjadi setelah Trump mengatakan dalam pidato prime-time pada Rabu bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran “dengan sangat keras” dalam beberapa pekan ke depan dan akan “mengembalikan mereka ke Zaman Batu, tempat yang pantas bagi mereka.”
“Dalam 48 jam terakhir, Teheran dan Washington saling melontarkan banyak pernyataan, dan beberapa di antaranya mengindikasikan peluang de-eskalasi meningkat,” kata Felix-Antoine Vezina-Poirier dari BCA Research.
Namun ia menyarankan cara sederhana untuk menilai berita yang sangat fluktuatif: fokus pada fakta. Pertama, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kedua, Iran secara sengaja mulai mengalihkan target serangan dari negara-negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) ke target-target Israel.
Baca Juga: Pernyataan Trump Goyang Pasar Emas, Inflasi Jadi Momok Baru
Dalam pidato yang menjadi perhatian besar pada Rabu, Trump mengatakan serangan AS terhadap Iran akan ditingkatkan dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Pernyataan ini keluar hanya sehari setelah ia mengatakan kepada Reuters bahwa AS akan “keluar dari Iran dengan cukup cepat.”
“Satu-satunya hal yang benar-benar penting adalah apakah Selat Hormuz akan segera dibuka,” kata Prashant Newnaha, ahli strategi suku bunga senior dari TD Securities.
Sebelumnya pada Rabu, Trump mengatakan bahwa AS tidak membutuhkan jalur penting tersebut sebagai pintu gerbang minyak dunia.
Tonton: Trump Lepas Tangan! 40 Negara Bahas Upaya Bersama Buka Kembali Selat Hormuz
“Fakta bahwa pasar bisa memperkirakan akan ada 2-3 minggu lagi aksi militer, kemungkinan pengerahan pasukan darat tidak dikesampingkan (dalam pidato Trump), dan ancaman untuk menyerang infrastruktur kembali ditegaskan, akan membuat pasar kembali bersikap defensif,” kata Jon Withaar dari Pictet Asset Management.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













