kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%
GLOBAL /

Tarif AS Dibatalkan MA Lalu Diberlakukan Lagi oleh Trump, Ini Reaksi Keras China!


Senin, 23 Februari 2026 / 10:19 WIB
Tarif AS Dibatalkan MA Lalu Diberlakukan Lagi oleh Trump, Ini Reaksi Keras China!
ILUSTRASI. China menyoroti tarif sepihak AS yang melanggar hukum internasional dan domestik. Bersiaplah menghadapi potensi dampak pada impor. (Ng Han Guan/Pool/REUTERS)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - China menyatakan tengah melakukan “penilaian penuh” atas putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kebijakan tarif, sekaligus mendesak Washington mencabut “langkah tarif sepihak yang relevan” terhadap para mitra dagangnya. 

Hal itu disampaikan Kementerian Perdagangan China dalam pernyataan resmi pada Senin (23/2/2026).

Melansir Reuters, pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah pengadilan tertinggi AS memberikan pukulan telak kepada Presiden Donald Trump dengan membatalkan banyak tarif yang diterapkannya dalam perang dagang global, termasuk sebagian tarif terhadap China.

Namun hanya beberapa jam setelah putusan itu keluar, Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10% untuk seluruh impor AS dari semua negara mulai Selasa, yang kemudian dinaikkan menjadi 15% pada Sabtu.

Baca Juga: Emas Tembus US$ 5.071: Apa Rahasia di Balik Kenaikan Mendadak Ini?

“Tarif sepihak AS melanggar aturan perdagangan internasional dan hukum domestik AS, serta tidak menguntungkan pihak mana pun,” demikian pernyataan Kementerian Perdagangan China.

Kementerian tersebut juga mencermati rencana AS untuk tetap mempertahankan tarif terhadap mitra dagang melalui cara alternatif, termasuk investigasi perdagangan.

“China akan terus memantau perkembangan ini secara ketat dan dengan tegas menjaga kepentingannya,” lanjut pernyataan itu.

Tonton: Detik-detik Penembakan di Rumah Trump, Pelaku Angkat Shotgun!

Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada 31 Maret hingga 2 April dalam pertemuan yang dinantikan antara para pemimpin dua ekonomi terbesar dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

×