Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga emas mencatatkan kenaikan pada Selasa (31/3/2026). Meski demikian, harga emas tetap berada di jalur penurunan bulanan tercuram sejak Oktober 2008. Kekhawatiran inflasi yang terus-menerus dan ekspektasi kenaikan suku bunga akibat dampak perang Iran membebani logam mulia ini.
Data Reuters menunjukkan, harga emas spot naik 3,2% menjadi US$ 4.652,31 per ons pada pukul 13.31 EDT (1731 GMT), level tertinggi sejak 20 Maret. Sementara, kontrak berjangka emas AS ditutup 2,7% lebih tinggi pada level US$ 4.678,60.
Dolar AS melemah, tetapi tetap berada di jalur kenaikan bulanan. Dolar yang lebih kuat membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
“Kenaikan harga emas saat ini menggembirakan dan disebabkan oleh meningkatnya optimisme tentang de-eskalasi di Timur Tengah. Namun, saya perlu melihat kinerja yang lebih baik agar ini menjadi pola berkelanjutan,” kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
Dia menambahkan, “Dalam jangka panjang, tren yang mendasarinya tetap bullish, dan dukungan fundamental utama seperti de-dolarisasi dan pembelian bank sentral masih ada.”
Baca Juga: Zona US$ 4.700 Menjadi Ujian bagi Pemulihan Emas Jangka Pendek, Mungkinkah Tembus?
Wall Street Journal melaporkan, mengutip pejabat pemerintah, bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer melawan Iran bahkan jika Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan beberapa hari ke depan dalam perang melawan Iran akan menentukan dan memperingatkan Teheran bahwa konflik akan meningkat jika mereka tidak membuat kesepakatan.
Harga emas spot turun 11,8% pada bulan Maret, karena kenaikan harga minyak yang dipicu oleh perang di Timur Tengah menekan harga emas batangan. Lonjakan harga energi telah meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong pasar untuk menilai kembali ekspektasi suku bunga. Meskipun merupakan lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang logam mulia ini.
BMI mempertahankan perkiraan harga emas tahun 2026 pada rata-rata tahunan US$ 4.600, sementara Goldman Sachs terus memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 5.400 pada akhir tahun 2026.
Tonton: Pidato Tegas Prabowo di Jepang: Indonesia Sudah Berubah Total!
Harga perak spot naik 6,7% menjadi US$ 74,64, tetapi turun 20,4% untuk bulan tersebut.
Analis di BNP Paribas memperkirakan harga perak akan diperdagangkan dalam kisaran US$ 65 hingga US$ 75 per ons hingga tahun 2026 dan memperkirakan pasar fisik akan mengalami surplus pada tahun 2027.
Platinum naik 3,1% menjadi US$ 1.958,05, dan paladium naik 5,2% menjadi US$ 1.479,25. Kedua logam tersebut berada di jalur penurunan bulanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












