kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%
GLOBAL /

Daftar Terbaru 12 Negara yang Telah Diizinkan Lewat Selat Hormuz, RI Kok Belum?


Senin, 06 April 2026 / 04:15 WIB
Daftar Terbaru 12 Negara yang Telah Diizinkan Lewat Selat Hormuz, RI Kok Belum?
ILUSTRASI. Konflik Iran-Israel picu penutupan Selat Hormuz, namun 12 negara kini diizinkan melintas. Temukan siapa saja yang beruntung. (REUTERS/Dado Ruvic)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Lebih dari sebulan konflik antara Iran dengan Israel dan United States memicu babak baru penutupan Selat Hormuz. Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, yang turut mengguncang stabilitas energi global.

Sebelumnya, Teheran bahkan sempat menutup seluruh akses pelayaran di jalur strategis tersebut. Dampaknya terasa luas di pasar dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati Selat Hormuz, sehingga setiap gangguan langsung mendorong lonjakan harga energi.

Belakangan, Iran mulai memberikan kelonggaran dengan mengizinkan secara terbatas beberapa negara untuk tetap melintas dan mengekspor komoditas mereka. Melalui jalur komunikasi dan diplomasi, sejumlah negara mendapat pengecualian meski Amerika Serikat dan sekutunya tetap tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Lalu, negara mana saja yang masuk dalam daftar terbaru diizinkan oleh Iran melintasi Selat Hormuz?

Daftar negara yang diizinkan melewati Selat Hormuz

Menurut laporan media Inggris, Express, Jumat (3/4/2026), Rusia, China, dan India dilaporkan termasuk dalam lima “negara sahabat” yang saat ini diizinkan melintasi Selat Hormuz.

India secara khusus masuk dalam daftar prioritas Iran. Sejumlah kapal pengangkut LPG dan minyak mentah seperti Jag Vasant, Pine Gas, Shivalik, dan Nanda Devi tercatat berhasil melewati selat tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Situasi ini membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Baca Juga: Ancaman Trump: 48 Jam Sebelum Neraka Turun ke Iran

Pakistan dan Irak juga termasuk negara yang telah diizinkan melewati Selat Hormuz.

"Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menurut saluran televisi satelit milik Lebanon, Al Mayadeen, dikutip oleh Kantor Berita Rusia, Sputnik/RIA Novosti pada 26 Maret 2026.

Menurut laporan Newsweek, Sabtu (4/4/2026), Pakistan tercantum dalam daftar negara-negara yang diberikan izin pelayaran aman oleh pejabat Iran. Setidaknya satu kapal tanker berbendera Pakistan terlacak keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz pada pertengahan Maret.

Pelayaran Irak juga termasuk di antara negara-negara yang digambarkan Iran sebagai "negara sahabat" dengan izin pelayaran diberikan berdasarkan aturan keamanan Iran karena keselarasan politik dan kedekatan Baghdad.

Thailand diizinkan melintasi jalur tersebut setelah koordinasi diplomatik, sementara Sri Lanka mendapat akses sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama kemanusiaan dan logistik selama konflik.

Baca Juga: AS Perketat Blokade Teknologi China, FCC Usul Larangan Impor Total Produk Lama

Bangladesh juga diberikan izin transit terbatas oleh Iran karena dinilai sebagai negara sahabat dengan jalur terkoordinasi.

Turkiye juga berhasil meloloskan sejumlah kapal melalui selat tersebut, meski lebih dari selusin kapal masih menunggu izin hingga Sabtu. Menteri Transportasi Abdulkadir Uraloglu menyebut dua dari 15 kapal yang berada di dekat selat telah berhasil melintas.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Minggu (29/3/2026), setelah komunikasi dengan otoritas Iran, sebelumnya kapal dari Malaysia, Mesir, Korea Selatan, juga telah mengantongi izin melintas Selat Hormuz.

Menurut Lloyd's List, sedikitnya dua kapal yang melintasi Selat Hormuz membayar biaya menggunakan yuan.

Dengan demikian, berikut ini daftar terbaru negara yang diizinkan melewati Selat Hormuz, di antaranya:

  1. Rusia
  2. China
  3. India
  4. Pakistan
  5. Irak
  6. Thailand
  7. Malaysia
  8. Bangladesh
  9. Sri Lanka
  10. Mesir
  11. Korea Selatan
  12. Turkiye.

Baca Juga: Pernyataan Trump Goyang Pasar Emas, Inflasi Jadi Momok Baru

Upaya Eropa dan Jepang melewati Selat Hormuz

Perancis dan Italia sedang berupaya membuka jalur diplomasi dengan Teheran untuk memperoleh izin melintasi Selat Hormuz.

Sebuah kapal milik Perancis yang beroperasi dengan bendera Malta telah berhasil melintas pada Jumat (3/4/2026), namun belum dipastikan apakah akses yang diberikan bersifat penuh atau terbatas seperti yang dialami Turki.

Di sisi lain, Jepang mulai kembali mengirimkan kapal melalui jalur tersebut, dengan satu kapal telah melintas pada Kamis (2/4/2026).

Laporan The Japan Times menyebutkan sekitar 45 kapal yang terkait dengan Jepang sebelumnya tertahan di Teluk Persia selama berminggu-minggu.

Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan alasan di balik izin pelayaran yang baru diberikan tersebut.

Baca Juga: Minyak Dunia Bergolak: Perang Kata AS-Iran Picu Kenaikan Drastis

Indonesia belum bisa melewati Selat Hormuz, kenapa?

Sejauh ini, kapal milik Pertamina belum bisa melewati Selat Hormuz untuk melnjutkan perjalanannya.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai posisi Indonesia cukup rumit terkait kapal Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz, Iran.

“Dalam konteks ini, Indonesia berada dalam posisi yang dilematis,” ujar Hikmahanto dikutip dari Kompas.com, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, di satu sisi Indonesia berkepentingan agar kapal tankernya dapat melintasi jalur tersebut demi kebutuhan nasional. Namun di sisi lain, langkah tersebut berpotensi menimbulkan persepsi bahwa Indonesia berpihak dan bisa dianggap sebagai lawan oleh Amerika Serikat.

“(Tapi) kan sudah diberi lampu hijau (oleh Iran), tinggal masalah teknis saja kok,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hikmahanto menyebut Iran saat ini secara efektif mengendalikan jalur pelayaran di Selat Hormuz, meskipun kapal tanker dari sejumlah negara masih diizinkan melintas tanpa gangguan.

Dikutip dari Antara, Minggu (29/3/2026), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia supaya dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman.

Tonton: Terpapar Efek Pidato Trump, IHSG Melemah 1,59% Dalam Sepekan

Menurut Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.

"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl merespons pertanyaan terkait perkembangan negosiasi kapal tanker Pertamina, di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional, kata Nabyl, meski belum memberi waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.

(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Baharudin Al Farisi, Muhammad Iqbal Amar | Editor: Jessi Carina, Ody Irawan Sapto)

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/04/05/153000065/daftar-terbaru-negara-yang-telah-diizinkan-lewat-selat-hormuz-kenapa-ri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×