kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.818   -87,00   -0,51%
  • IDX 8.381   109,54   1,32%
  • KOMPAS100 1.180   15,48   1,33%
  • LQ45 845   9,64   1,15%
  • ISSI 299   3,96   1,34%
  • IDX30 443   6,19   1,42%
  • IDXHIDIV20 527   4,91   0,94%
  • IDX80 131   1,61   1,24%
  • IDXV30 144   0,81   0,57%
  • IDXQ30 142   1,71   1,22%
GLOBAL /

Emas Tembus Level Tertinggi 3 Pekan: Mengapa Aset Safe Haven Ini Kembali Diburu?


Senin, 23 Februari 2026 / 10:24 WIB
Emas Tembus Level Tertinggi 3 Pekan: Mengapa Aset Safe Haven Ini Kembali Diburu?
ILUSTRASI. Harga emas spot melonjak 1,2% ke US$5.163,60/ons, level tertinggi 3 pekan. Pelemahan dolar dan ketegangan geopolitik jadi pemicu. (CFOTO via Reuters Connect/CFOTO)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada perdagangan Senin(23/2/2026), didorong pelemahan dolar AS setelah putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan sebagian besar tarif Presiden Donald Trump. Ketegangan antara AS dan Iran juga turut menopang permintaan aset safe haven.

Emas Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan

Data Reuters menunjukkan, harga emas spot naik 1,2% ke US$5.163,60 per ons pada pukul 02.10 GMT, level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April melonjak 2% menjadi US$5.184,90 per ons.

Pelemahan dolar terjadi setelah pasar menilai keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan banyak tarif Trump sebagai sentimen positif bagi pertumbuhan global. Meski begitu, ketidakpastian kebijakan dan risiko konflik di Timur Tengah membatasi pergerakan pasar.

Pasar China daratan tutup karena libur Tahun Baru Imlek. Volume perdagangan yang tipis dinilai berpotensi memicu volatilitas. Aktivitas perdagangan dijadwalkan kembali normal pada Selasa.

Baca Juga: Tarif AS Dibatalkan MA Lalu Diberlakukan Lagi oleh Trump, Ini Reaksi Keras China!

Ketidakpastian Tarif Belum Usai

Putusan Mahkamah Agung memang membatasi ruang gerak Trump untuk secara tiba-tiba memberlakukan tarif baru. Namun, ketidakpastian bagi mitra dagang dan pelaku usaha masih membayangi.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan tidak ada negara yang telah mencapai kesepakatan dagang dengan AS berencana menarik diri setelah putusan tersebut.

Data Ekonomi dan Prospek Suku Bunga

Pertumbuhan ekonomi AS melambat lebih dari perkiraan pada kuartal IV, dengan belanja pemerintah mencatat penurunan terbesar sejak 1972 akibat penutupan pemerintahan tahun lalu. Meski demikian, belanja konsumen dan bisnis tetap solid, menunjukkan ketahanan ekonomi.

Pelaku pasar kini memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga tiga kali masing-masing 25 basis poin tahun ini, menurut CME FedWatch Tool.

Baca Juga: Pergerakan Emas Aneh: Sideways dengan Volatilitas Tinggi, Ada Apa?

Ketegangan AS-Iran

Iran mengindikasikan kesiapan untuk memberikan konsesi terkait program nuklirnya dalam perundingan dengan AS, dengan imbalan pencabutan sanksi dan pengakuan atas hak pengayaan uranium. Langkah ini dipandang sebagai upaya menghindari potensi serangan militer AS.

Logam Mulia Lainnya Ikut Naik

  • Perak spot melonjak 3,1% ke US$87,10 per ons, tertinggi dalam lebih dari dua pekan.
  • Platinum naik 1,2% ke US$2.182,60 per ons.
  • Palladium menguat 0,5% menjadi US$1.753,75 per ons.

Tonton: Donald Trump Kembali Ubah Tarif Global dari 10% menjadi 15%

Agenda Data Ekonomi (GMT)

  • 07.00: Iklim Bisnis Ifo Jerman (Februari)
  • 07.00: Pesanan Pabrik AS (Desember)

Kombinasi pelemahan dolar, ekspektasi penurunan suku bunga, serta risiko geopolitik membuat emas kembali diminati sebagai aset lindung nilai.

Selanjutnya: Tarif AS Dibatalkan MA Lalu Diberlakukan Lagi oleh Trump, Ini Reaksi Keras China!

Menarik Dibaca: Kantong Aman! Semua Promo HokBen Februari Bikin Makan Puas & Hemat Mulai Rp 10 Ribuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×