kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%
GLOBAL /

Harga Emas Anjlok 17% Sejak Perang Pecah, Ada Apa dengan Safe Haven Ini?


Jumat, 27 Maret 2026 / 04:59 WIB
Harga Emas Anjlok 17% Sejak Perang Pecah, Ada Apa dengan Safe Haven Ini?
ILUSTRASI. Sejak perang AS-Israel vs Iran, harga emas sudah turun 17%. Para analis mengungkapkan alasan mengapa emas tak lagi jadi safe haven efektif. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas mengalami penurunan pada transaksi Kamis (26/3/3036). Data Reuters menunjukkan, harga emas spot turun 2,7% menjadi US$ 4.384,38 per ons pada pukul 13.30 ET (17.30 GMT). Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 3,9% pada US$ 4.376,3.

Dolar AS menguat tipis, membuat emas yang dihargai dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Emas terbebani oleh kekhawatiran mengenai suku bunga dan inflasi yang lebih tinggi, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

“Jika konflik berlanjut, harga bisa turun di bawah US$ 4.000, sementara gencatan senjata dan kembali munculnya harapan pemangkasan suku bunga dapat mendorong harga naik lagi menuju US$ 5.000,” ujarnya.

Meski menjadi lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, emas sering kehilangan daya tarik dalam lingkungan suku bunga tinggi karena kenaikan imbal hasil meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia tersebut.

Harga minyak naik karena prospek konflik berkepanjangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan lebih lanjut. Harga energi yang lebih tinggi dapat memperburuk tekanan inflasi di berbagai perekonomian.

Baca Juga: Pengamat Ramal Emas Masih Bisa Sentuh US$ 6.000 Meski Ada Koreksi Tajam

Proposal AS untuk mengakhiri hampir empat pekan pertempuran bersifat “berat sebelah dan tidak adil”, kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai bentuk itikad baik dalam negosiasi.

Harga emas telah turun 17% sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.

“Pergerakan spekulatif dalam beberapa kuartal terakhir telah mengurangi kemampuan emas dan perak untuk secara efektif berfungsi sebagai aset safe haven, setidaknya dalam jangka pendek. Pencarian likuiditas telah memicu aksi jual pada kedua logam tersebut pada minggu-minggu pertama konflik,” kata para analis Intesa Sanpaolo dalam catatan kuartalan.

Di tempat lain, data menunjukkan bahwa aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran di AS naik tipis pekan lalu, mengindikasikan pasar tenaga kerja tetap stabil dan memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tetap sambil memantau risiko inflasi yang terkait dengan perang.

Tonton: Perang Iran Sebabkan Harga Minyak Naik, Emas Turun: Apa Artinya untuk Investor?

Untuk logam lainnya, harga perak spot turun 5% menjadi US$ 67,71, platinum melemah 4,2% menjadi US$ 1.839,67, dan paladium turun 5% menjadi US$ 1.352,82.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×