kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.940   11,00   0,06%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%
GLOBAL /

Perang Iran: Lembaga Keuangan dan Broker Besar Ramai-Ramai Kerek Harga Minyak Dunia


Jumat, 27 Maret 2026 / 05:35 WIB
Perang Iran: Lembaga Keuangan dan Broker Besar Ramai-Ramai Kerek Harga Minyak Dunia
ILUSTRASI. Pialang global kompak menaikkan proyeksi harga minyak 2026. Konflik Timur Tengah jadi pemicu utama. (REUTERS/Abdul Saboor)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Sejumlah perusahaan pialang (brokerage) besar menaikkan proyeksi rata-rata harga minyak tahun 2026, setelah perang AS-Israel dengan Iran mendorong harga minyak melonjak tajam bulan ini.

Melansir Reuters, Macquarie pada Jumat (27/3/2026) menaikkan proyeksi harga minyak untuk tahun fiskal 2026. Mereka memperkirakan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) akan rata-rata berada di sekitar US$ 83 per barel, naik dari perkiraan sebelumnya US$ 58 per barel, dengan alasan adanya gangguan pasokan yang signifikan terkait konflik di Timur Tengah.

Kontrak berjangka minyak Brent diperdagangkan di level US$ 107,15 per barel pada pukul 21.13 GMT pada Kamis, sementara minyak mentah WTI AS berada di US$ 93,79 per barel.

Berikut ringkasan proyeksi harga minyak 2026–2027 dari sejumlah lembaga keuangan dan broker besar:

1. Macquarie memperkirakan Brent 2026 sebesar US$ 89,28/barel dan 2027 US$ 74,50/barel, sementara WTI 2026 dipatok US$ 82,93/barel dan 2027 US$ 70,50/barel. Macquarie menilai jika perang berlanjut hingga akhir Juni, harga minyak bisa melonjak hingga US$ 200/barel.

2. Morgan Stanley memperkirakan harga Brent pada 2026 akan tetap berada di atas US$ 80/barel untuk sisa tahun 2026.

3. Goldman Sachs memperkirakan Brent 2026 di US$ 85/barel dan 2027 US$ 80/barel, sementara WTI 2026 diproyeksikan US$ 79/barel dan 2027 US$ 75/barel. Goldman juga memperkirakan Brent bisa rata-rata mencapai US$ 110/barel pada Maret dan April.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok 17% Sejak Perang Pecah, Ada Apa dengan Safe Haven Ini?

4. J.P. Morgan memperkirakan harga Brent rata-rata US$ 100/barel pada kuartal II-2026, kemudian US$ 90/barel pada kuartal III-2026, dan US$ 80/barel pada kuartal IV-2026.

5. Standard Chartered memperkirakan Brent rata-rata US$ 85,50/barel. Mereka juga memproyeksikan Brent rata-rata US$ 78/barel pada kuartal I-2026, dan naik menjadi US$ 98/barel pada kuartal II-2026.

6. Bank of America (BofA) memperkirakan Brent 2026 sebesar US$ 77,50/barel dan 2027 US$ 66/barel, sedangkan WTI 2026 diproyeksikan US$ 59/barel dan 2027 US$ 61/barel. BofA memperkirakan Brent rata-rata US$ 80/barel pada kuartal II-2026, namun turun menjadi rata-rata US$ 76/barel pada kuartal III-2026.

7. Barclays menaikkan proyeksi Brent 2026 menjadi US$ 85/barel dari sebelumnya US$ 65/barel. Namun Barclays memperingatkan jika Selat Hormuz membutuhkan waktu 4–6 minggu untuk kembali normal, Brent dapat naik hingga US$ 100/barel. Proyeksi Barclays mengasumsikan Selat Hormuz normal kembali dalam 2–3 minggu.

8. ANZ menaikkan proyeksi Brent kuartal I-2026 menjadi US$ 100/barel dari sebelumnya US$ 90/barel.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat, Ketidakpastian Gencatan Senjata Timur Tengah Jadi Pemicu

9. BMI memperkirakan Brent 2026 rata-rata US$ 70/barel dan 2027 juga US$ 70/barel, sementara WTI 2026 sebesar US$ 68/barel dan 2027 US$ 68/barel. BMI memperkirakan Brent rata-rata US$ 67/barel pada kuartal III-2026 dan US$ 69/barel pada kuartal IV-2026.

10. Citi memperkirakan Brent 2026 sebesar US$ 71/barel dan 2027 US$ 64/barel, sementara WTI 2026 US$ 68/barel dan 2027 US$ 61/barel. Citi memperkirakan Brent rata-rata US$ 75/barel pada kuartal I-2026, naik menjadi US$ 78/barel pada kuartal II-2026, dan turun menjadi US$ 68/barel pada kuartal III-2026.

11. HSBC memperkirakan Brent 2026 sebesar US$ 80/barel dan 2027 US$ 70/barel, sedangkan WTI 2026 US$ 76/barel dan 2027 US$ 67/barel. HSBC juga memperingatkan harga minyak dapat naik hingga US$ 150/barel atau lebih jika Selat Hormuz tetap ditutup selama beberapa pekan.

Tonton: Bahlil: Indonesia Kini Siap Longgarkan Kuota Tambang Jika Harga Tetap Tinggi

12. UBS memperkirakan Brent 2026 sebesar US$ 72/barel dan 2027 US$ 70/barel, sementara WTI 2026 diproyeksikan US$ 68/barel dan 2027 US$ 66/barel. UBS menilai harga bisa bergerak menuju di atas US$ 100/barel dan bahkan masuk ke wilayah US$ 120/barel atau lebih, jika aliran minyak melalui Selat Hormuz tetap terganggu sehingga menyebabkan kerusakan permintaan (demand destruction) yang lebih parah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×