kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.825   16,00   0,10%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%
GLOBAL /

Rekor Baru Harga Emas di Depan Mata? Tensi Geopolitik Jadi Pemicu Utama


Senin, 02 Maret 2026 / 06:47 WIB
Rekor Baru Harga Emas di Depan Mata? Tensi Geopolitik Jadi Pemicu Utama

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.

Situasi ini membuat investor mulai mencari aset aman (safe haven), terutama emas, untuk melindungi nilai investasi mereka di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Mengutip Reuters, berikut sejumlah pandangan dari investor, trader, dan analis mengenai dampak konflik tersebut terhadap pasar emas global.

Harga emas diperkirakan langsung melonjak

Analis di Marex, Edward Meir, memperkirakan pasar komoditas akan bereaksi cepat terhadap konflik tersebut.

Menurutnya, harga sejumlah komoditas utama seperti emas dan minyak kemungkinan akan melonjak tajam sebagai reaksi awal terhadap eskalasi militer yang terjadi secara tiba-tiba.

“Pasar kemungkinan akan bereaksi spontan dengan lonjakan harga di sebagian besar komoditas, termasuk emas dan minyak. Ini respons alami terhadap pecahnya konflik yang skalanya cukup mengejutkan,” ujarnya.

Ia memperkirakan harga emas berpotensi langsung naik sekitar US$ 200 per ons pada awal perdagangan. Namun setelah lonjakan awal tersebut, harga kemungkinan akan kembali bergerak turun secara bertahap.

Menurutnya, pasar biasanya tidak bereaksi terlalu emosional terhadap konflik militer. Fokus utama investor tetap pada satu hal: apakah konflik tersebut akan mengganggu pasokan minyak dunia atau tidak.

Baca Juga: Potensi Emas: Dua Faktor Ini Tentukan Arah Harga Selanjutnya!

Jika gangguan pasokan tidak terlalu besar, reli harga emas biasanya mulai mereda setelah lonjakan awal.

Sinyal kenaikan sudah terlihat di pasar digital

Trader logam mulia di InProved, Hugo Pascal, mengatakan bahwa sinyal kenaikan harga emas sudah terlihat dari perdagangan emas digital selama akhir pekan.

Karena bursa tradisional tutup, perdagangan emas tokenisasi menunjukkan harga yang diperdagangkan dengan premi lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya aliran dana menuju aset aman menjelang pembukaan pasar pada pekan ini.

Ia mencontohkan harga PAX Gold yang diperdagangkan sekitar US$ 5.344 per ons atau naik sekitar 2,2% sejak Jumat.

Sementara itu, Tether Gold juga naik menjadi sekitar US$ 5.292 per ons atau meningkat sekitar 1,2%.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa premi harga pada akhir pekan sering kali melebih-lebihkan lonjakan awal, meskipun biasanya tetap mencerminkan arah pergerakan pasar.

Baca Juga: Emas US$ 6.000: Kenapa Analis Percaya Rekor Baru Akan Segera Terpecahkan?

Emas diperkirakan menjadi aset paling diburu

Kepala analis pasar di KCM Trade, Tim Waterer, memperkirakan permintaan emas akan meningkat signifikan ketika pasar kembali dibuka pada Senin.

Ketidakpastian mengenai berapa lama konflik akan berlangsung, negara mana saja yang mungkin ikut terlibat, serta kekhawatiran inflasi membuat emas kembali menjadi aset perlindungan utama bagi investor.

Ia menilai pasar saham dan aset berisiko lainnya kemungkinan akan mengalami tekanan jual, sementara investor akan mencari tempat paling aman untuk menyimpan dana mereka.

Dalam kondisi seperti ini, emas hampir selalu berada di posisi teratas sebagai pilihan investasi.

Harga emas berpotensi tembus rekor baru

Analis pasar di City Index dan Forex.com, Fawad Razaqzada, mengatakan ketegangan geopolitik bisa mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Ia memperkirakan harga emas berpotensi kembali naik menuju US$ 5.500 per ons, bahkan berpeluang mencetak rekor baru di atas puncak harga Januari yang berada di kisaran US$ 5.600 per ons.

Baca Juga: Harga Emas Merosot 1,4%, Cek 2 Faktor Penekan Utamanya!

Namun kenaikan tersebut bisa tertahan jika dolar AS kembali menguat, terutama apabila harga minyak mentah terus melonjak.

Volatilitas pasar logam mulia diprediksi meningkat

Trader logam mulia independen, Tai Wong, menilai harga emas dan perak mungkin sempat mengalami aksi jual ketika pasar dibuka.

Namun jika terjadi penurunan tajam, ia memperkirakan pembeli akan segera kembali masuk karena situasi di Iran kemungkinan tidak akan jelas dalam waktu dekat.

Menurutnya, pasar sebenarnya sudah memperhitungkan kemungkinan serangan dari Amerika Serikat, meskipun waktu terjadinya masih sulit diprediksi.

Geopolitik tahun ini lebih tegang

Analis di ANZ, Soni Kumari, memperkirakan harga emas akan naik pada awal perdagangan.

Namun setelah itu, harga bisa mengalami koreksi tergantung pada perkembangan konflik.

Meski demikian, ANZ tetap mempertahankan pandangan positif terhadap emas karena ketegangan geopolitik tahun ini dinilai jauh lebih intens dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika harga minyak melonjak tajam, dampaknya juga bisa meluas ke kondisi ekonomi global.

Potensi rekor baru harga emas

Pendiri sekaligus managing partner J. Rotbart & Co, Joshua Rotbart, mengatakan logam mulia hampir pasti akan mengalami volatilitas tinggi dengan kecenderungan harga naik.

Namun besar kecilnya kenaikan akan sangat bergantung pada dampak konflik terhadap pasar energi serta kemungkinan perubahan rezim di Iran.

Tonton: Presiden Amerika Serikat Donald Trump Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei

Sementara itu, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen, menilai eskalasi konflik ini cukup mengkhawatirkan dan berpotensi mendorong investor masuk ke sektor logam mulia dan energi.

Menurutnya, sulit memprediksi seberapa besar dampaknya. Namun dengan momentum kenaikan yang sudah terjadi sebelumnya, bukan tidak mungkin harga emas kembali mencetak rekor tertinggi baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

×