kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%
GLOBAL /

Harga Emas Turun 1,2% Usai Minyak Melonjak, Pasar Khawatir Suku Bunga Global Naik


Rabu, 13 Mei 2026 / 04:21 WIB
Harga Emas Turun 1,2% Usai Minyak Melonjak, Pasar Khawatir Suku Bunga Global Naik
ILUSTRASI. Suku bunga tinggi mengintai harga emas. Kekhawatiran inflasi global memudarkan harapan. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas tertekan pada Selasa (12/5) seiring memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran yang mendorong harga minyak naik. Kenaikan harga minyak menambah kekhawatiran pasar terhadap inflasi serta potensi suku bunga global yang lebih tinggi.

Data Reuters menunjukkan, harga emas spot turun 1,2% menjadi US$ 4.678,49 per ons pada pukul 17.57 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,9% menjadi US$ 4.686,70.

“Kenaikan harga minyak meningkatkan risiko bank sentral AS dan bank sentral lainnya harus menaikkan suku bunga untuk melawan sesuatu yang kemungkinan besar akan muncul sebagai stagflasi. Jadi emas merespons hal itu,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities.

Harga minyak melonjak lebih dari 3% setelah harapan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran memudar. Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi “hidup segan mati tak mau” setelah Teheran menolak proposal AS untuk mengakhiri konflik.

Data menunjukkan harga konsumen AS kembali naik untuk bulan kedua berturut-turut pada April. Hal ini menyebabkan kenaikan inflasi tahunan terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi untuk sementara waktu.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menekan harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Baca Juga: AS Beri Sanksi 3 Orang dan 9 Perusahaan Terkait Penjualan Minyak Iran ke China

Strategis logam mulia UBS Investment Bank, Joni Teves, mengatakan UBS masih mempertahankan pandangan bullish terhadap emas karena faktor pendorong fundamentalnya masih kuat.

“Kami masih percaya harga dapat pulih dari level saat ini dan terus mencetak rekor tertinggi baru tahun ini,” ujarnya.

Fokus pasar juga tertuju pada rilis data Producer Price Index (PPI) AS pada Rabu serta pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing yang dijadwalkan berlangsung Kamis hingga Jumat.

Sementara itu, harga perak spot turun 1,1% menjadi US$ 85,12 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi dua bulan sebelumnya.

Analis SP Angel menyebut harga perak melonjak karena ekspektasi defisit pasokan yang semakin melebar seiring meningkatnya permintaan fisik. Mereka menambahkan, kenaikan harga minyak turut mendorong peningkatan penjualan kendaraan listrik (EV), yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan permintaan perak untuk panel surya dan teknologi energi terbarukan lainnya.

Tonton: Setelah Dikritik Trump, Inggris Akhirnya Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Di sisi lain, bank-bank India kembali melanjutkan impor emas dan perak setelah sempat terhenti lebih dari sebulan. Hal ini terjadi setelah mereka sepakat membayar bea masuk sebesar 3% yang sebelumnya membuat para pemberi pinjaman menghentikan pengiriman, menurut sumber Reuters.

Harga platinum turun 1,5% menjadi US$ 2.099,05 per ons, sedangkan palladium melemah 2% menjadi US$ 1.479,27 per ons.

Harga Logam Mulia Dunia (Selasa, 12 Mei 2026)

Instrumen Harga Terakhir (US$/ons) Perubahan
Emas Spot 4.678,49 -1,2%
Emas Futures AS 4.686,70 -0,9%
Perak Spot 85,12 -1,1%
Platinum 2.099,05 -1,5%
Palladium 1.479,27 -2,0%

Faktor yang Menekan Harga Emas

Faktor Dampak ke Pasar
Harapan damai Iran memudar Harga minyak naik
Harga minyak naik >3% Risiko inflasi meningkat
Inflasi AS naik dua bulan berturut-turut Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama
Suku bunga tinggi Menekan emas (aset tanpa yield)
Rilis PPI AS (Rabu) Jadi katalis volatilitas harga emas
Pertemuan Trump-Xi (Kamis-Jumat) Berpotensi memicu pergerakan risk-on/risk-off

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×