kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%
GLOBAL /

Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin Lebih Baik dari Emas, Ini Alasannya


Rabu, 11 Februari 2026 / 02:30 WIB
Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin Lebih Baik dari Emas, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Robert Kiyosaki yakin Bitcoin lebih baik dari emas karena kelangkaannya. Pahami mengapa aset digital ini berpotensi memberikan keuntungan maksimal. (Facebook/RobertKiyosaki)

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali menyuarakan dukungannya terhadap Bitcoin. Dalam pernyataan terbarunya, Kiyosaki secara tegas membandingkan Bitcoin dengan emas dan menyebut aset kripto tersebut sebagai pilihan investasi yang lebih baik.

Melalui cuitan terbarunya, penulis best-seller New York Times itu menilai Bitcoin unggul dibandingkan emas karena desain dan sifat dasarnya.

Bitcoin Dinilai Lebih Unggul dari Emas

Melansir Cryptopotato, menurut Kiyosaki, berinvestasi pada emas, Bitcoin, dan perak merupakan strategi yang tepat untuk diversifikasi aset. Namun, jika harus memilih satu, ia mengaku akan memilih Bitcoin.

Alasannya, emas secara teori tidak memiliki batas jumlah. Ketika harga emas naik, para penambang akan semakin giat menggali, sehingga jumlah emas yang beredar di pasar bisa terus bertambah.

Sebaliknya, Bitcoin dirancang dengan jumlah yang terbatas, yakni maksimal hanya 21 juta unit. Saat ini, jumlah Bitcoin yang sudah beredar mencapai sekitar 19,98 juta BTC, atau tinggal kurang dari 2 juta BTC lagi untuk mencapai batas maksimal.

Artinya, setelah jumlah 21 juta BTC tercapai, tidak akan ada lagi Bitcoin baru yang bisa ditambang. Hal ini menciptakan kelangkaan jangka panjang, yang menurut Kiyosaki merupakan strategi cerdas dan berpotensi mendorong nilai Bitcoin terus naik.

“Senang saya membeli Bitcoin sejak awal. Saya masih aktif menambang emas dan mengebor minyak,” tulis Kiyosaki.

Baca Juga: Investor Wajib Waspada: Kiyosaki Ungkap Bahaya Terbesar Dolar AS

Seberapa Bisa Dipercaya Pernyataan Kiyosaki?

Meski pernyataan terbarunya sejalan dengan sikap pro-Bitcoin, Kiyosaki dalam beberapa bulan terakhir kerap membuat pernyataan yang saling bertentangan.

Pekan lalu, ia sempat menuai kritik karena pernyataannya yang dianggap tidak konsisten soal pembelian Bitcoin. Di beberapa unggahan, Kiyosaki mengklaim terus membeli BTC, bahkan saat harganya melampaui US$ 105.000 pada pertengahan 2025.

Namun, beberapa waktu lalu ia justru mengungkapkan bahwa dirinya berhenti membeli Bitcoin sejak harga US$ 6.000. Padahal, terakhir kali Bitcoin berada di level tersebut adalah pada pertengahan 2020, setelah kejatuhan pasar akibat pandemi COVID-19.

Dalam kesempatan lain, Kiyosaki juga pernah mengatakan tidak akan menjual Bitcoin meski pasar mengalami kejatuhan, dan justru akan terus membeli. Namun, pada November 2025, ia mengungkapkan telah menjual Bitcoin yang dibelinya di harga US$ 6.000 dengan total nilai sekitar US$ 2,25 juta.

Tonton: Bahas Nasib Martabe, Rosan Bertemu Agincourt

Dana tersebut, menurutnya, akan digunakan untuk membeli dua pusat bedah serta berinvestasi di bisnis papan reklame guna meningkatkan arus kas.

Meski mengaku telah menjual Bitcoin pada November lalu, dalam cuitan terbarunya Kiyosaki kembali menyatakan senang karena membeli Bitcoin sejak awal. Hal ini pun memunculkan pertanyaan: Bitcoin yang mana sebenarnya yang ia maksud?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×