Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali menyuarakan dukungannya terhadap Bitcoin. Dalam pernyataan terbarunya, Kiyosaki secara tegas membandingkan Bitcoin dengan emas dan menyebut aset kripto tersebut sebagai pilihan investasi yang lebih baik.
Melalui cuitan terbarunya, penulis best-seller New York Times itu menilai Bitcoin unggul dibandingkan emas karena desain dan sifat dasarnya.
Bitcoin Dinilai Lebih Unggul dari Emas
Melansir Cryptopotato, menurut Kiyosaki, berinvestasi pada emas, Bitcoin, dan perak merupakan strategi yang tepat untuk diversifikasi aset. Namun, jika harus memilih satu, ia mengaku akan memilih Bitcoin.
Alasannya, emas secara teori tidak memiliki batas jumlah. Ketika harga emas naik, para penambang akan semakin giat menggali, sehingga jumlah emas yang beredar di pasar bisa terus bertambah.
Sebaliknya, Bitcoin dirancang dengan jumlah yang terbatas, yakni maksimal hanya 21 juta unit. Saat ini, jumlah Bitcoin yang sudah beredar mencapai sekitar 19,98 juta BTC, atau tinggal kurang dari 2 juta BTC lagi untuk mencapai batas maksimal.
Artinya, setelah jumlah 21 juta BTC tercapai, tidak akan ada lagi Bitcoin baru yang bisa ditambang. Hal ini menciptakan kelangkaan jangka panjang, yang menurut Kiyosaki merupakan strategi cerdas dan berpotensi mendorong nilai Bitcoin terus naik.
“Senang saya membeli Bitcoin sejak awal. Saya masih aktif menambang emas dan mengebor minyak,” tulis Kiyosaki.
Baca Juga: Investor Wajib Waspada: Kiyosaki Ungkap Bahaya Terbesar Dolar AS
Seberapa Bisa Dipercaya Pernyataan Kiyosaki?
Meski pernyataan terbarunya sejalan dengan sikap pro-Bitcoin, Kiyosaki dalam beberapa bulan terakhir kerap membuat pernyataan yang saling bertentangan.
Pekan lalu, ia sempat menuai kritik karena pernyataannya yang dianggap tidak konsisten soal pembelian Bitcoin. Di beberapa unggahan, Kiyosaki mengklaim terus membeli BTC, bahkan saat harganya melampaui US$ 105.000 pada pertengahan 2025.
Namun, beberapa waktu lalu ia justru mengungkapkan bahwa dirinya berhenti membeli Bitcoin sejak harga US$ 6.000. Padahal, terakhir kali Bitcoin berada di level tersebut adalah pada pertengahan 2020, setelah kejatuhan pasar akibat pandemi COVID-19.
Dalam kesempatan lain, Kiyosaki juga pernah mengatakan tidak akan menjual Bitcoin meski pasar mengalami kejatuhan, dan justru akan terus membeli. Namun, pada November 2025, ia mengungkapkan telah menjual Bitcoin yang dibelinya di harga US$ 6.000 dengan total nilai sekitar US$ 2,25 juta.
Tonton: Bahas Nasib Martabe, Rosan Bertemu Agincourt
Dana tersebut, menurutnya, akan digunakan untuk membeli dua pusat bedah serta berinvestasi di bisnis papan reklame guna meningkatkan arus kas.
Meski mengaku telah menjual Bitcoin pada November lalu, dalam cuitan terbarunya Kiyosaki kembali menyatakan senang karena membeli Bitcoin sejak awal. Hal ini pun memunculkan pertanyaan: Bitcoin yang mana sebenarnya yang ia maksud?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













